Breaking News:

Kebakaran Lapas Tangerang

Komnas HAM Temukan Penggunaan Arus Listrik Tak Wajar dalam Sel Lapas Tangerang, Ini Tanggapan PLN

Sandika Aflianto memastikan, pihaknya memastikan untuk selalu kooperatif terkait adanya insiden kebakaran Lapas Tangerang

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota
Kondisi blok C2 Lapas Kelas I Tangerang, Banten yang terbakar Rabu (8/9/2021) dini hari. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- PT PLN (Persero) memberikan respon terkait adanya temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang menyebut ada instalasi listrik tak wajar di Lapas Kelas I Tangerang yang terbakar pada Rabu (8/9/2021).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten, Sandika Aflianto mengatakan, pihaknya memastikan untuk selalu kooperatif terkait adanya insiden ini.

“Pada prinsipnya PLN sangat kooperatif dan membantu sepenuhnya terkait proses yang sedang berlangsung,” ucapnya saat dikonfirmasi Tribun Network, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: WSBK hingga Moto GP Bakal Digelar di Mandalika, Menteri Bahlil Optimistis Investor Bakal Mengantre

Baca juga: Cerita Pilu Ibu Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Dua Tahun Tidak Bertemu

Sementara itu, Manager PLN UP3 Cikokol, Adi Fitri Atmojo juga menjelaskan, dalam hal instalasi ini kewenangan PLN hanya sampai pada kWh meter.

Sehingga peran serta pelanggan untuk ikut menjaga instalasi pelanggan yang menjadi tanggung jawabnya sangat vital.

“Instalasi di rumah pelanggan harus sering dicek dan dipastikan apakah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) melalui Lembaga Inspeksi Terdaftar (LIT), penggunaannya juga harus dipastikan aman misalnya tidak menumpuk stekker," katanya.

Alat kWh meter di bangunan milik pelanggan merupakan alat pengukur dan pembatas (APP) kelistrikan yang dipasok PLN.

Sebagai pengukur, alat ini mencatat pemakaian listrik oleh pelanggan.

Baca juga: Tiga Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Kembali Teridentifikasi, 2 Langsung Dimakamkan

Sebagai pembatas, kWh meter ini menjadi titik batas kewenangan antara PLN dan pelanggan.

"Dari kWh meter ke instalasi pelanggan adalah tanggung jawab pelanggan,” jelas Adi Fitri.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved