Breaking News:

Sebagian Warga Kampung Bayam Memilih Bertahan, Samsudin Mengaku Dijanjikan Dapat Ganti Untung

Ia mengaku dijanjikan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengembang Jakarta International Stadium (JIS)

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Kondisi di Kampung Bayam, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara pascapenertiban 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebagian warga Kampung Bayam RW 08 Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara memilih bertahan di bekas rumah mereka yang sudah dibongkar.

Pantauan di lokasi, di antara mereka masih ada yang mengais barang-barang yang mungkin saja bisa dipakai. Mereka mencari barang-barang itu di antara puing-puing bangunan.

Seorang warga yang bertahan, Samsudin (55) mengatakan dirinya terpaksa bertahan karena hingga saat ini belum mendapat ganti untung terkait pembongkaran tersebut. “Ya namanya kita, nominal yang kita tunggu. Kalau nominal ini cair kita akan hengkang,” ungkapnya, Rabu (25/8/2021).

Ia mengaku dijanjikan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengembang Jakarta International Stadium (JIS) yang lokasinya dekat dari tempat pembongkaran untuk mendapat ganti untung. “Pihak Jakpro (yang janjikan). Yang bikin (JIS) kan Jakpro,” kata Samsudin, pemilik kafe di lokasi itu.

Baca juga: General Manager Qingdao Red Lions Sebut Biaya Swab Test untuk Event Sepak Bola di China Terjangkau

Baca juga: Erick Thohir Minta Karyawan BUMN tak Takut Lapor Soal Korupsi Padanya

Menurutnya ada 26 bangunan kafe dan satu salon yang dibongkar dan belum dapat ganti untung. Padahal ketika itu sempat muncul nominal dari bangunan yang dibongkar tersebut. “Macam-macam sih. Ada yang 47 (juta) ada yang 20 (juta) lebih,” tuturnya.

Warga lainnya, R Situmorang (50) mengaku juga bertahan di lokasi karena belum mendapat ganti untung. Padahal dulu perjanjiannya hanya yang sudah dapat ganti untung dibongkar petugas.

“Kenapa yang belum dapat (ganti) tiba-tiba begitu diamburadulkan, dirobohkan. Tanpa ada proses pemberitahuan,” ucap Situmorang.

Para pemilik kafe memilih untuk bertahan di lokasi karena membutuhkan uang ganti untung tersebut sebagai kompensasi bangunan yang dibongkar petugas pada Selasa (24/8/2021). “Kalau ada dana, udah keluar kami nggak mungkin bertahan di situ,” kata Situmorang.

Baca juga: Kalah 0-3 dari Bhayangkara Solo FC, Kas Hartadi Puji Skema Transisi Permainan Pemain Dewa United FC

Baca juga: Dapat Alat Kebersihan dari Dinas Pariwisata, Ini Harapan Ketua Pokdarwis Pantai Muara Bungin Bekasi

Sebelumnya Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan pembongkaran bangunan liar yang dijadikan kafe-kafe itu tidak berkaitan dengan proyek pembangunan JIS.

“Tidak ada (kaitan dengan JIS) ini kaitan dengan adanya kegiatan prostitusi di kafe-kafe liar, udah dari tahun 2020 peringatan,” ungkap Arifin di lokasi, Selasa (24/8/2021).

Pada kesempatan berbeda, Project Manager JIS, Arry Wibowo mengatakan pembongkaran bangunan kafe-kafe di Kampung Bayam tidak ada kaitan pihaknya. Arry juga membantah pihaknya telah menjanjikan ganti untung serta mempunyai surat perjanjian dengan para pemilik bangunan di lokasi tersebut.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved