Kamis, 23 April 2026

Berita Nasional

Hillary Brigitta Lasut: Akan Ada Pergeseran Trend Berwisata di Masa Pandemi

Seperti diketahui, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu yang paling terdampak pandemi Covid-19

Editor: Feryanto Hadi
istimewa
Hillary Brigitta Lasut, anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 Partai Nasdem.(Dokumentasi Pribadi/ Hillary Brigitta Lasut) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Aggota DPR RI dari Komisi 1, Hillary Brigitta Lasut memprediksi akan ada pergeseran trend berwisata yang dilakukan masyarakat di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini.

Seperti diketahui, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu yang paling terdampak semenjak Covid-19 ditemukan di Indonesia pada Maret 2019 lalu.

Adanya larangan bekerumun untuk mencegah penularan virus, membuat tempat-tempat wisata tutup.

Jika ditotal, sepanjang tahun 2020 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia hanya sekitar 4,052 juta orang.

Baca juga: Miliki Potensi Luar Biasa, Pariwisata Halal Disebut Sandiaga Uno Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Bisa dibilang, angka tersebut sangat memprihatinkan, karena dari total tersebut hanya sekitar 25% dari jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia pada 2019.

Jumlah pelancong domestik juga jauh berkurang di masa pandemi ini.

Dampaknya, para pelaku industri pariwisata mengalami kerugian sangat besar.

"Memang tidak mudah untuk mengembangan atau mempertahankan potensi dan kualitas pariwisata apalagi di tengah pandemi dimana kita benar-benar berkumpul saja sepertinya sulit," ungkap Hillary Brigitta Lasut dalam diskusi daring bertajuk Menyikapi & menyiasati tren industri pariwisata di tengah pandemi, Rabu (24/8/2021)

Baca juga: Hadiri Pertemuan Pariwisata Halal Internasional, Sandi Optimis Hadirkan Wisata Halal Berkualitas

"Sejak kasus covid-19 pertama ditemukan pertama, industri pariwisata di Indonesia hingga saat ini belum mengalami perkembangan. Industri parisisata menjadi sektor paling terpukul akibat adanya pandemi ini," imbuhnya.

Ketika kasus penularan Covid-19 mulai mereda, pemerintah mencoba mengendurkan aturan dengan membuka sejumlah sektor pariwisata meskipun dengan aturan sangat ketat.

Menurut Hillary, hal tersebut sebagai upaya pemerintah untuk 'menyelamatkan' sektor pariwisata Indonesia yang nyaris terpuruk akibat terjangan pandemi.

"Seagian sudah ada yang buka dengan menerapkan protokol kesehatan tetap, tetapi banyak yang sepertinya masih belum bisa buka," ungkapnya.

Baca juga: Pengembangan Ekonomi Digital, Sandiaga Uno: Buka Lapangan Kerja & Ciptakan Peluang Menjadi Pemenang

Pergeseran trend

Hillary menyebut, saat ini terjadi pergeseran trend dimana masyarakat lebih memilih untuk menghindari datang ke tempat wisata yang berpotensi ada kerumunan.

Trend bepergian secara rombongan, kata dia, juga mulai berganti dengan perjalanan dalam kelompok kecil atau private.

Selain itu, wisata berbasis outdoor atau alam akan menjadi favorit baru bagi masyarakat.

"Pandemi juga turut mengubah tren pariwisata dimana masyarakat cenderung memilih bepergian dalam kelompok kecil, jadi mereka lebih pilih misalnya hiking, camping. Mereka menghindari datang ke lokasi wisata yang berpotensi ada kerumunan dan mereka lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi," imbuhnya.

Hillary juga memprediksi bakal bermunculan lokasi-lokasi wisata baru sesuai dengan pergeseran trend masyarakat dalam memilih lokasi wisata.

"Ke depan bisa jadi bermunculan tempat-tempat wisata berbasis alam, karena masyarakat akan cenderung memilih berwisata di lokasi yang di sana tidak ada banyak orang," kata dia.

Dan akibat munculnya wisata baru yang dikelola oleh masyarakat, hal tersebut menurutnya bisa kembali menggairahkan perekonomian masyarakat.

"Sehingga desa-desa yang dulunya tidak terlalu terkenal, itu mulai dapat dikenal dan lebih familiar di tengah masyarakat. Sehingga dengan itu perekonomian di daerah bisa bergairah kembali," ungkapnya.

Baca juga: Kemenparekraf Gelontorkan Dana Rp 60 Miliar demi Memulihkan Sektor Pariwisata Tanah Air

Peran generasi muda

Hillary menyebut, untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata, generasi muda punya andil besar.

Tidak jarang, sebuah lokasi wisata baru, menjadi terkenal lantaran viral di media sosial.

"Generasi muda punya peran besar dalam mempromsikan tempat wisata, salah satunya melalui media sosial maupun media digital lainnya," ungkapnya.

Baca juga: Ini Profil Hillary Brigitta Lasut yang Jadi Sorotan Usai Tangani Masalah Casis Rafael Malalangi

Di sisi lain, Hillary juga meminta pemerintah memberikan akselerasi kepada para pelaku Industri pariwisata yang terdampak oleh pandemi.

"Misalnya dengan menghilangkan retribusi di area wisata, membantu memperbaiki fasilitas umum pariwisata dan memberikan subsudi bagi transportasi umum yang menuju ke lokasi wisata tersebut," imbuhnya

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved