Kamis, 23 April 2026

Warta Bisnis

Bangkit dari Pandemi, Bakso Lapangan Tembak Senayan Percepat Digitalisasi dan Ekspansi Bisnis

Bermula dari outlet pertama di Senayan, BLTS kini telah berekspansi ke berbagai kota besar di Indonesia. 

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Bakso Lapangan Tembak Senayan (BLTS) telah melewati perjalanan panjang dalam mengelola operasionalnya 

Ringkasan Berita:
  • Bakso Lapangan Tembak Senayan berdiri sejak 1972, berkembang dari sistem manual ke digital di 2026.
  • Ekspansi ke banyak kota memunculkan tantangan operasional dan risiko fraud.
  • Pandemi 2020 jadi titik balik, dorong digitalisasi dan penjualan online.
  • Implementasi POS HelloBill tingkatkan efisiensi, kontrol keuangan, dan pemantauan outlet real-time.

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Berdiri pada tahun 1972 di Senayan, Bakso Lapangan Tembak Senayan (BLTS) telah melewati perjalanan panjang dalam mengelola operasionalnya, mulai dari era pencatatan manual menggunakan nota fisik dan kalkulator, hingga kini menjadi entitas bisnis yang terintegrasi secara digital pada tahun 2026.

Perjalanan BLTS selama lebih dari lima dekade merupakan bukti ketahanan sebuah merek.

Bermula dari outlet pertama di Senayan, BLTS kini telah berekspansi ke berbagai kota besar di Indonesia. 

Namun, seiring bertambahnya outlet di berbagai kota, tantangan operasional manual—seperti pencatatan nota fisik, penghitungan stok bahan baku yang tidak terintegrasi,
hingga risiko kecurangan (fraud) akibat lemahnya kontrol— adalah risiko operasional yang perlu diantisipasi, agar tidak menjadi kendala dalam menjaga margin keuntungan

Dijelaskan oleh Sukotjo,SE selaku General Manager PT Boga Suryo Buwono, bahwa momentum pandemi tahun 2020 menjadi turning point bagi BLTS untuk melakukan akselerasi digital. 

Tantangan penutupan gerai fisik memicu perusahaan untuk mengubah strategi penjualan dari konvensional menuju online food delivery dengan strategi digital marketing guna memastikan pelanggan tetap dapat menikmati menu favorit mereka, sekaligus menjaga stabilitas profit di tengah masa sulit. 

"Kami menyadari bahwa untuk terus tumbuh di luar Jakarta dan tetap menjaga profit, manajemen operasional harus beralih ke sistem digital. Masa dekade pertama BLTS berdiri, sinkronisasi antara kasir dan dapur sangat sulit karena pencatatan manual, ada resiko pengecekan berulang-ulang untuk menghindari kasir menerima pesanan padahal stok
bahan di dapur sudah habis. Kini, dengan sistem yang terintegrasi, masalah tersebut dapat teratasi secara efisien," jelasnya.

Sebagai solusi, BLTS mengimplementasikan HelloBill, produk digital Point of Sale (POS) yang dirancang khusus untuk memenuhi dinamika operasional bisnis F&B.

“HelloBill hadir sebagai produk POS terintegrasi yang memungkinkan para pelaku bisnis melakukan pengawasan operasional secara menyeluruh—mulai dari manajemen inventaris yang presisi dan pengelolaan produktivitas staf, hingga pemantauan laporan penjualan secara real-time," ujar Murti Daryandono selaku Chief of Product OttoDigital Group melalui pesan tertulisnya, Rabu (22/4/2026)

Melalui keunggulan aksesibilitas berbasis cloud yang dapat dijangkau kapanpun dan dimanapun melalui fungsional operasional pada platform Android serta iPad dan akses laporan lintas perangkat (web, smartphone, tablet) melalui sistem cloud, HelloBill memastikan setiap keputusan bisnis diambil berdasarkan data yang akurat guna meminimalisir risiko kebocoran keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional.

"HelloBill menyediakan fitur mulai dari pencatatan transaksi offline, pendataan inventori yang akurat, hingga laporan real-time mengenai penjualan dan margin pendapatan. Bagi bisnis dengan banyak cabang seperti BLTS, fitur Headquarter System (HQ) berperan dalam mengoptimalkan pemantauan seluruh outlet secara terpusat, " ujar Murti

Beberapa keunggulan utama yang dirasakan BLTS melalui penggunaan HelloBill meliputi:

  1.  Mitigasi Fraud dan Kontrol Keuangan: Melalui fitur pembatasan hak akses karyawan dan pemantauan data void (pembatalan pesanan), manajemen dapat mendeteksi
    kecurangan secara dini jika terjadi ketidaksesuaian antara data penjualan dan dana yang masuk.
  2. Optimasi Inventori & Peak Season: BLTS dapat memastikan ketersediaan bahan baku di setiap outlet secara akurat, terutama saat volume permintaan melonjak drastis seperti pada akhir pekan, musim liburan, atau hari raya.
  3. Strategi Marketing Berbasis Data: Dengan laporan real-time, BLTS dapat menganalisis menu favorit pelanggan pada jam-jam tertentu. Data ini digunakan untuk meluncurkan program promo yang efektif, seperti Happy Hour atau paket bundling menu baru, guna memaksimalkan pendapatan di jam-jam tertentu.
  4. Integrasi Pembayaran Digital: Memudahkan pelanggan dengan berbagai opsi pembayaran, mulai dari QRIS hingga kartu, yang langsung tercatat secara otomatis dalam laporan keuangan.

"Efisiensi yang dihasilkan HelloBill membantu kami menghindari loss. Kami sekarang bisa memonitor penjualan outlet di seluruh Indonesia dengan mudah dan cepat. Hal ini memberikan ruang bagi kami untuk terus berinovasi pada menu dan layanan," tambah Sukotjo

Saat ini, pelanggan setia BLTS tetap dapat menikmati menu favorit mereka dengan kemudahan pemesanan online melalui GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. Untuk informasi terbaru mengenai promo dan menu baru, pelanggan dapat mengikuti akun Instagram resmi di @baksolapangantembak1972 serta platform Tiktok & Qpon untuk mengetahui promo potongan harga lainnya

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved