Rabu, 13 Mei 2026

Warta Bisnis

Indosat Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik Asia Tenggara

Pencapaian ini dinilai semakin istimewa karena IOH baru saja melewati proses merger besar

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menerima penghargaan pada ajang Fortune 100 Best Companies to Work For™ Southeast Asia 

Indosat Ooredoo Hutchison Masuk Daftar Fortune 100 Best Companies to Work For Asia Tenggara

Ringkasan Berita:
  • Indosat Ooredoo Hutchison masuk daftar perdana Fortune 100 Best Companies to Work For™ Southeast Asia versi GPTW dan Fortune.
  • IOH dinilai sukses menjaga stabilitas SDM dan kinerja bisnis pascamerger besar perusahaan.
  •  Program kesejahteraan karyawan difokuskan pada kesehatan mental, manajemen energi, dan budaya kerja terbuka.
  •  GPTW menilai budaya kerja yang aman dan suportif menjadi kunci menjaga produktivitas perusahaan

 

WARTAKOTALIVE.COM- Great Place To Work® (GPTW) ASEAN & ANZ bersama majalah Fortune resmi merilis daftar perdana Fortune 100 Best Companies to Work For™ Southeast Asia.

Pemeringkatan ini menjadi salah satu survei tempat kerja terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan melibatkan lebih dari 550 ribu karyawan di 10 negara.

Survei dilakukan melalui Trust Index™ Survey milik GPTW yang bersifat rahasia dan mengukur tingkat kepercayaan, keadilan, serta dukungan di lingkungan kerja.

Penilaian tidak didasarkan pada employer branding maupun pengajuan perusahaan

Dari Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menjadi salah satu dari hanya dua perusahaan yang berhasil masuk dalam daftar tersebut.

Pencapaian ini dinilai semakin istimewa karena IOH baru saja melewati proses merger besar yang umumnya diwarnai gejolak organisasi dan tingginya tingkat pengunduran diri karyawan.

Namun, IOH mencatat proses integrasi berjalan baik tanpa turnover signifikan pada posisi strategis, sekaligus diiringi pertumbuhan EBITDA yang kuat.

Fenomena produktivitas kerja di Indonesia sendiri masih menghadapi tantangan presenteeism, yakni kondisi ketika karyawan hadir bekerja namun tidak sepenuhnya fokus dan produktif. Angkanya mencapai sekitar 41,2 persen, jauh lebih tinggi dibanding tingkat absenteeism atau ketidakhadiran kerja yang berada di angka 7,69 persen.

Melihat kondisi tersebut, IOH menerapkan pendekatan yang lebih terintegrasi dalam membangun kesejahteraan karyawan, termasuk kesehatan mental.

Lisa Qonita, SVP Head of People & Culture Indosat, mengungkapkan bahwa program dukungan kesehatan mental perusahaan awalnya kurang diminati karena stigma yang masih melekat.

“Kami menyebutnya sebagai ‘dukungan kesehatan mental’, saat itu tingkat partisipasinya terbatas karena adanya stigma. Begitu kami memposisikannya sebagai instrumen peningkatan kinerja dan manajemen energi, maka tingkat partisipasi karyawan pun meningkat,” ujar Lisa melalui keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026)

Menurutnya, di Asia Tenggara, karyawan cenderung lebih terbuka pada program yang diposisikan sebagai penunjang performa kerja dibanding program yang dianggap berkaitan dengan ketidakmampuan menghadapi tekanan.

IOH juga memperkuat strategi tersebut melalui keterlibatan perwakilan karyawan di setiap direktorat. Mereka dilibatkan aktif dalam berbagai program, mulai dari forum bersama manajemen, platform wellness, hingga aktivitas lintas fungsi untuk menjaga kekompakan selama masa restrukturisasi perusahaan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved