Breaking News:

Pariwisata

Kemenparekraf Gelontorkan Dana Rp 60 Miliar demi Memulihkan Sektor Pariwisata Tanah Air

Pariwisata menjadi salah satu yang terdampak berat selama pandemi Covid-19. Karena itu Kemenparekraf berkomitmen membantu.

Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Pemerintah pusat akan menggelontorkan dana sebesar Rp 60 miliar untuk bantu sektor pariwisata. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pariwisata menjadi salah satu yang terdampak berat selama pandemi Covid-19. 

Pemerintah pun melakukan berbagai terobosan untuk pemulihan sektor pariwisata Indonesia, salah satunya melalui program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP).

Pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp 60 miliar, termasuk perencanaan pemberian Dana Hibah Pariwisata jilid II, sebagai bagian dari pemulihan ekonomi nasional di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Baca juga: Wisata Edukasi Denai Lama Dinilai Sandiaga Uno Mampu Sejahterakan Masyarakat di Pariwisata Era Baru

“Ada keyakinan pertumbuhan di sektor pariwisata akan bisa kita capai,” ujar Henky Manurung, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf dalam Dialog yang dilaksanakan KPCPEN dan FMB9, Rabu (9/6/2021).

Terkait program hibah pariwisata yang juga bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pemerintah sudah menyalurkan dana mencapai Rp 3,3T sepanjang tahun lalu yang telah terserap 70 persen untuk hotel dan restoran. 

“Sebagai contoh, secara aktual perekonomian di Yogyakarta sekarang tumbuh di angka 6 persen dan diikuti oleh pertumbuhan angka keterisian hotelnya juga,” ungkapnya. 

Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan berbagai program stimulus dalam rangka PEN yang sudah berjalan, seperti misalnya subsidi bunga, restrukturisasi kredit dan KUR Pariwisata.

“Dengan situasi sekarang ini sebenarnya masyarakat rindu untuk berwisata tetapi tetap dengan menjaga protokol kesehatan,” ucapnya. 

Henky menambahkan pihaknya juga tengah mendorong agar penerapan standar Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) dilakukan oleh seluruh pelaku usaha yang terkait pariwisata termasuk operator hotel.

Pada kesempatan sama, praktisi kesehatan dr. Ratih C. Sari mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan standarisasi CHSE oleh berbagai pihak yang terlibat dalam industri.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved