Senin, 20 April 2026

Laptop Merah Putih

Jadi Konsorsium Proyek Laptop Merah Putih, Begini Cerita Ahli dari ITB

Proyek laptop Merah Putih yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi disokong tiga konsorsium dari universitas nasional.

Editor: Valentino Verry
Nokia
Ilustrasi laptop. Proyek laptop Merah Putih yang dicanangkam Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi akan disokong tiga konsorsium dari universitas nasional. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proyek laptop Merah Putih yang dicanangkam Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi akan disokong tiga konsorsium dari universitas nasional.

Ketiga konsorsium tersebut adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh November.

Masing-masing kampus tersebut menjadi tim pengembang dalam proyek digitalisasi Teknologi Informasi dan komunikasi.

Baca juga: Puan Maharani: Nakes Bertaruh Nyawa dan Keluarga, Tak Ada Alasan Tidak Segera Berikan Insentif

Program multidisiplin ini akan melibatkan masing-masing tim di kelima Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) tersebut.

Masing-masing tim akan memiliki lima koordinator yang akan mengelola kegiatan pengembangan untuk bagian-bagian yang berbeda dari sistem laptop tersebut.

Dikutip dari laman resmi ITB, Jumat (30/7/2021), Laptop Merah Putih dari ITB sendiri diinisiasi oleh seorang ahli bernama Ir Adi Indrayanto.

Diketahui, Adi dikenal juga sebagai Ketua Pusat Mikroelektronika.

Terkait spesifikasi, Adi Indrayanto mengatakan, laptop ini nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan proses pendidikan yang memiliki level pendidikan yang berbeda.

Baca juga: Cara Pencairan Bansos Tunai Rp 600 Ribu di Kantor Pos Cukup Bawa KTP dan KK, Tidak Ada Pungutan!

Spesifikasi produk bisa jadi lebih dari satu sesuai dengan kebutuhan dan juga sesuai dengan inovasi PTN-BH masing-masing.

Jadi pengguna terbesar adalah pemerintah untuk kebutuhan pembelajaran digital dalam proses pendidikan,” katanya.

Meski berlabel produk lokal, komponen produknya tetap berasal dari mancanegara sebab di dunia tidak ada produk elektronika yang semua komponennya dibuat oleh sebuah negara.

TKDN sendiri akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan industri dalam negeri dalam memproduksi hasil RDE dari tim konsorsium.

Menurut Adi, produsen komponen bisa memprioritaskan Indonesia kalau pasarnya jelas.

Untuk itu pendekatan langsung ke produsen, dibutuhkan dalam pengembangan laptop Merah Putih.

Baca juga: Kelurahan Tanah Tinggi Gelontor Bansos Beras pada 4.000 Warga

“Makanya pendekatannya langsung ke vendor. Kita harus yakinkan bahwa target terseraap, ketimbang mereka jual ke internasional tapi tidak jelas bakal diserap atau enggak,” ujar Adi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved