Breaking News:

Tidak Hadir dalam Panggilan Pertama Kasus Pengancaman, Kini Polisi Datang ke Bali Temui Jerinx SID

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, penyidik telah bertolak ke Bali untuk menyita barang bukti yang ada pada Jerinx.

Editor: Mohamad Yusuf
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Didampingi istrinya, Jerinx SID dibawa ke Rutan Polda Bali, Rabu (12/8/2020) petang. Jerinx ditahan selama 20 hari kedepan terkait ujarannya di media sosial tentang IDI dan rapid test. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) telah bertolak ke Bali untuk menemui musisi Jerinx drummer band Superman Is Dead (SID).

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti kasus pengancaman dengan terlapor Jerinx SID.

Penyidik PMJ menemui di Bali untuk menyita barang bukti yang ada pada Jerinx.

Penyidik Polda Metro Jaya sendiri telah  menaikkan kasus dugaan pengancaman dengan terlapor musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx dari penyelidikan ke penyidikan.

Kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan setelah polisi melakukan gelar perkara internal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, penyidik telah bertolak ke Bali untuk menyita barang bukti yang ada pada Jerinx.

Baca juga: Mengintip Perkiraan Gaji Wakil Komisaris BRI, Posisi yang Ditinggalkan Rektor UI Ari Kuncoro

Baca juga: Ketika Oknum Satpol PP, Dishub hingga BPBD Kompak Pungli ke Sopir Truk Modus Surat Vaksin Covid-19

PILU, Suami Istri Ini Terpaksa Jual Panci hingga Rice Cooker untuk Beli Beras Akibat Terdampak PPKM

"Penyidik sekarang sedang menuju ke Bali, karena memerlukan bukti untuk melakukan penyitaan bukti yang ada di saudara J," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (29/7/2021).

Di Bali, lanjut Yusri, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap Jerinx sebagai saksi.

"Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan pemeriksaan saudara J di Denpasar sana sebagai saksi. Nanti tunggu saja di sana penyidik seperti apa perkembangnya, nanti kita sampaikan," ujarnya.

Yusri menjelaskan, penyidik telah memeriksa beberapa saksi dan ahli sebelum melakukan gelar perkara.

"Ada beberapa saksi ahli bahasa dan lain sebagainya termasuk ahli hukum kita klarifikasi," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved