Dirut BSI Ungkap 3 Variabel yang Pengaruhi Kinerja Private Wealth Management

Pertumbuhan bisnis perbankan retail di Indonesia tidak lepas dari kinerja private wealth management.

istimewa
Ilustrasi -- Lowongan kerja bulan Juni di Bank Syariah Indonesia 

Dengan metode sampling yakni purposive sampling, penelitian ini menggunakan unit analisis sebanyak 32 bank di Indonesia yang memiliki lini bisnis private wealth management dan 60 top management level CEO, direksi, SEVP dan VP sebagai unit observasi.

Kinerja private wealth management di Indonesia pun dinilai sudah dalam kondisi baik yang artinya bisnis di segmen tersebut merupakan sektor yang berkembang dan mempunyai potensi besar dalam memberikan nilai atau keuntungan bagi perbankan.

“Beberapa temuan penelitian lainnya adalah daya saing bank merupakan variabel yang paling memberikan pengaruh terhadap kinerja private wealth management. Sementara manajemen risiko merupakan variabel yang paling memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan bisnis perbankan retail di Indonesia. Kinerja private wealth management merupakan variabel partial intervening,” ungkapnya.

Disertasi ini pun membuktikan kinerja private wealth management di bank asing relatif lebih baik dibandingkan dengan bank BUMN, bank swasta nasional, maupun bank pembangunan daerah (BPD).

Karena itu, beberapa inisiatif seperti kerjasama partnership dengan penyedia produk investasi dan layanan private wealth management di luar negeri untuk penyediaan produk offshore dapat dipertimbangkan.

Harapannya, meningkatkan kinerja private wealth management bank di Tanah Air.

Hery pun menyebut dengan adanya tren digital disruption, maka bisnis private wealth management harus mulai menggunakan platform digital.

Hal ini agar memungkinkan untuk menjangkau investor retail yang ingin menjadi nasabah private wealth management.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved