Breaking News:

Dirut BSI Ungkap 3 Variabel yang Pengaruhi Kinerja Private Wealth Management

Pertumbuhan bisnis perbankan retail di Indonesia tidak lepas dari kinerja private wealth management.

istimewa
Ilustrasi -- Lowongan kerja bulan Juni di Bank Syariah Indonesia 

Pada 2019 populasi HNWI di Indonesia tumbuh 4% dari tahun sebelumnya atau mencapai 134.000 orang. Total kekayaannya mencapai US$675 miliar atau sekitar Rp10,7 triliun. Menurut Lembaga Penelitian Knight Frank, populasi HNWI di Indonesia akan tumbuh 57% pada 2024.

Kendati demikian, dominasi private wealth management di Indonesia tersebut sebagian besar belum dioptimalkan oleh perbankan nasional.

Pada 2015, pemerintah menetapkan kebijakan Tax Amnesty yang memberikan peluang pertumbuhan bagi bisnis private wealth management.

Sehingga pada akhir 2017 sebanyak 965.983 warga negara Indonesia berpartisipasi dalam program ini. Dana repatriasi mencapai Rp147 triliun, sedangkan asset yang dideklarasi sebesar Rp4,866 triliun.

“Dari penyelenggaraan program Tax Amnesty ini, dapat disimpulkan bahwa amandemen peraturan ini menciptakan lebih banyak peluang bagi segmen wealth di Indonesia untuk tumbuh lebih optimal,” ujar Hery yang meraih nilai Sangat Memuaskan dalam sidang promosi doktornya.

Diapun menjelaskan, bisnis private wealth management sangat dipengaruhi dari kondisi persaingan di sektor perbankan. Selanjutnya, bisnis private wealth management ini tidak terlepas dari risiko yang menyertainya.

Karena itu, penelitian ini juga memberikan gambaran pengaruh dari manajemen risiko terhadap bisnis private wealth management.

Hal lainnya adalah mengenai pengelolaan nasabah.

Pengelolaan nasabah HNWI tentu memerlukan penanganan khusus yang sangat unik dan berbeda.

Dengan demikian, customer relationship management (CRM) menjadi variabel yang cukup penting untuk diteliti.

Penelitian disertasi tersebut merupakan penelitian eksplanatori, yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variable mempengaruhi variabel lainnya.

Penelitian eksplanatori ini menggunakan variabel exogen, intervening dan endogen. Variabel exogen yakni daya saing bank, manajemen risiko dan CRM.

Adapun variabel intervening yakni kinerja private wealth management. Sedangkan variabel endogen yakni pertumbuhan bisnis perbankan ritel.

“Maka penelitian ini menghasilkan novelty yaitu pertumbuhan bisnis perbankan retail di Indonesia tidak lepas dari kinerja private wealth management namun perlu mempertimbangkan daya saing bank, manajemen risiko dan customer relationship management sebagai variabel yang mempengaruhi kinerja private wealth management,” tegas Hery.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved