Dirut BSI Ungkap 3 Variabel yang Pengaruhi Kinerja Private Wealth Management

Pertumbuhan bisnis perbankan retail di Indonesia tidak lepas dari kinerja private wealth management.

istimewa
Ilustrasi -- Lowongan kerja bulan Juni di Bank Syariah Indonesia 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pertumbuhan bisnis perbankan retail di Indonesia tidak lepas dari kinerja private wealth management.

Untuk itu perlu mempertimbangkan daya saing bank, manajemen risiko dan customer relationship management sebagai variabel yang mempengaruhi kinerja private wealth management.

Hal tersebut merupakan novelty atau unsur kebaruan (temuan) dari penelitian akademis yang dilakukan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Hery Gunardi dalam disertasi untuk meraih gelar doktor secara daring, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Resmi Diluncurkan Jokowi, Bank Syariah Indonesia Sukses Sejajari Bank Syariah Dunia

Orang nomor satu di BSI tersebut melaksanakan sidang promosi doktor untuk menyelesaikan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung, pada Kamis (29/7/2021).

Dalam sidang secara daring tersebut, Hery memaparkan disertasinya yang berjudul Pengaruh Daya Saing Bank, Manajemen Risiko dan Customer Relationship Management (CRM) Terhadap Kinerja Private Wealth Management dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Bisnis Perbankan Retail.

Hery mengakui jika penelitian mengenai private wealth management telah ada sebelumnya.

Baca juga: Lowongan Kerja Bank Syariah Indonesia di Jakarta dan Seluruh Indonesia, Paling Lambat 13 Juni 2021

Namun dia menegaskan yang ditinjau dari sisi daya saing bank, manajemen risiko, customer relationship management dan mengkaji pengaruhnya terhadap kinerja perbankan retail baru diangkat dalam disertasinya.

“Private wealth management merupakan salah satu segmen individual di perbankan yang memiliki potensi besar terkait dengan pendapatan fee based income,” ujar Hery saat berpidato dalam sidang promosi doktor tersebut.

Bertindak sebagai Ketua Sidang yakni Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Prof Nunuy Nur Afiah, Guru Besar FEB Unpad, Ina Primiana selaku Ketua Tim Promotor, bankir senior Omar S. Anwar sebagai dosen penelaah dan dosen penguji lainnya.

Hadir dalam sidang doktor tersebut yakni Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Eksekutif Pengawas Institusi Keuangan Non-Bank Anggota Dewan Komisioner OJK Riswinandi, Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza, dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi serta seluruh jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Hadir pula Komisaris Utama BSI Mulya E. Siregar, Ketua Dewan Pengawas Syariah BSI Hasanuddin, mantan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan mantan Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, serta tokoh senior perbankan nasional Pradjoto.

Dalam penelitian tersebut dipaparkan bahwa segmen wealth management, dengan tiering portofolio nasabah di atas Rp500 juta, memiliki proporsi lebih besar dengan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun sejak 2013.

Walaupun jumlah rekening segmen tersebut tidak sampai 1% dari total rekening DPK di bank umum, namun nominal simpanan porsinya di atas 50% dari total nominal simpanan individu.

Karena itu, seiring dengan pertumbuhan populasi High Net Worth Individual (HNWI) di Indonesia, aset finansial segmen tersebut juga mengalami pertumbuhan.

Halaman
123
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved