Breaking News:

Pemberlakuan PPKM Darurat, Tiga Perusahaan di Kota Bekasi Terjaring Razia Yustisi dan Disanksi Denda

Menurut Abi, pihak perusahaan dikenakan sanksi denda sebab tetap mempekerjakan karyawannya secara Work From Office (WFO) 100 persen.

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Murtopo

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti

WARTAKOTALIVE.COM, Bekasi - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, Abi Hurairah mengatakan sebanyak 3 perusahaan terjaring operasi yustisi PPKM Darurat yang berlangsung pada periode 8 Juli - 19 Juli 2021.

"Ada 3 perusahaan yang kita kenakan itu satu di wilayah Rawalumbu dan duanya di wilayah Bantar Gebang," kata Abi saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Selasa (27/7/21).

Lanjutnya, dari ketiga perusahaan tersebut yang melanggar, satu diantaranya berada di sektor usaha konveksi.

Menurut Abi, pihak perusahaan dikenakan sanksi denda sebab tetap mempekerjakan karyawannya secara Work From Office (WFO) 100 persen.

Baca juga: VIDEO : Polisi Panggil Artis Tiktok yang Viral di Medsos karena Gelar Pesta Ultah Saat PPKM

Baca juga: KABAR Gembira ASN NonEsensial PPKM Level 4 WFH 100 Persen Sesuai Surat Edaran Menteri PANRB

"Mereka kedapatan mempekerjakan karyawan secara WFO seratus persen," ujarnya.

Alhasil, total dari sanksi ketiga perusahaan tersebut terkumpul Rp 22 juta.

Apabila ditotal dari hasil sanksi denda perorangan berjumlah Rp33.605.000,- maka jumlah total denda yang diperoleh dari hasil operasi yustisi yang digelar sejak 8 Juli 2021 sampai 19 Juli 2021 di Kota Bekasi sebanyak Rp55.605.000,-

"Apabila ditotal, kita perseorangan itu terjaring 251 orang dengan total denda Rp33.605.000,- lalu sama perusahaan itu totalnya Rp22.000.000,- total jadi keseluruhannya adalah Rp55.605.000 yang kita dapat, dan uang tersebut akan kita masukan ke kas negara," ucapnya.

Baca juga: Patut Ditiru, Begini Cara Pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang Awasi Pedagang Selama PPKM  

Baca juga: Perusahaan di KBN Cakung Tidak Patuhi Aturan PPKM Level 4, Ada Wanita Hamil Masih Bekerja di Kantor

Diketahui, beberapa wilayah Kecamatan di Kota Bekasi yang melaksanakan
Operasi Yustisi ini antara lain, Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Medan Satria, Bekasi Utara, Bekasi Timur, Rawalumbu, Mustika Jaya.

"Untuk informasi selama kita melakukan operasi yustisi di Kota Bekasi diantaranya sebanyak 283 orang tersebut berhasil terjaring razia, dengan dari 283 orang yang terjaring dibagi dalam sanksi denda dan sanksi sosial," ucap Abi.

Baca juga: Sosialisasikan PPKM Level 4 di Pasar Tradisonal Kota Bogor, Bima Arya Lihat Banyak Warga Jual Emas

Ia juga menuturkan adapun dalam operasi yustisi bagi masyarakat yang terjaring dalam sanksi denda di dalam penerapan PPKM Darurat diantaranya terdapat 251 orang.

"Ya, dari 251 orang itu bagi total denda yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp. 33.605.000,- total tersebut nantinya akan dikumpulkan dan dimasukkan ke kas negara," ucapnya.

Kata Abi, sedangkan untuk masyarakat yang terjaring operasi yustisi dalam sanksi sosial ini diantaranya terdapat sebanyak 9 orang.(m27)

Caption : Salah satu petugas menertibkan toko yang masih buka di tengah penerapan PPKM Darurat pada Selasa (13/07/21) lalu.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved