Gempa

7 Gempa Susulan Bekasi, 1 Musala di Bojongmangu Roboh

Warga Kabupaten Bekasi dan sekitarnya dikejutkan oleh rangkaian gempa yang terjadi pada Rabu malam (20/8).

Editor: Joanita Ary
Kompas.com
GEMPA BEKASI -- Warga Kabupaten Bekasi dan sekitarnya dikejutkan oleh rangkaian gempa yang terjadi pada Rabu malam (20/8). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tujuh kali guncangan, dengan gempa utama terjadi pada pukul 19.54 WIB yang awalnya tercatat magnitudo 4,9 dan kemudian direvisi menjadi 4,7. 

WARTAKOTALIVECOM, Bekasi — Warga Kabupaten Bekasi dan sekitarnya dikejutkan oleh rangkaian gempa yang terjadi pada Rabu malam (20/8).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tujuh kali guncangan, dengan gempa utama terjadi pada pukul 19.54 WIB yang awalnya tercatat magnitudo 4,9 dan kemudian direvisi menjadi 4,7.

Titik pusat gempa berada sekitar 14 kilometer tenggara wilayah Kabupaten Bekasi.

Episentrum gempa tercatat di koordinat 6,48 Lintang Selatan (LS) dan 107,24 Bujur Timur (BT), sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.

Tak lama berselang, gempa susulan bermagnitudo M 2,1 kembali terjadi pukul 20.16 WIB dengan pusat guncangan berdekatan.

Kedua gempa ini menimbulkan sejumlah dampak di lapangan, baik pada bangunan maupun layanan transportasi.

Mushola di Bekasi Roboh

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melaporkan sebuah mushola di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, mengalami kerusakan berat hingga roboh akibat guncangan gempa.

“Satu sarana ibadah (mushola) di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, rusak berat atau roboh,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, Rabu malam.

Meski ada kerusakan bangunan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa.

Petugas masih melakukan pemantauan di sejumlah lokasi bersama aparat kecamatan serta berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD Provinsi Jawa Barat.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, namun tetap waspada serta selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan BPBD,” ujar Dodi.

KRL Sempat Dihentikan Sementara

Guncangan gempa juga berdampak pada operasional KRL Commuter Line Jabodetabek.

Perjalanan sempat tertahan sementara guna pemeriksaan jalur rel dan jembatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved