Peringati HAN, Nadiem Makarim Ingatkan Anak Indonesia Patuhi Prokes dan Semangat Belajar di Rumah

Nadiem Makarim memberikan apresiasi kepada anak-anak yang dinilainya tetap menunjukkan semangat belajar dan berprestasi.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Mohamad Yusuf
Mendikbudristek
Mendikbudristek Nadiem Makarim mengikuti webinar Hari Anak Nasional 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021 masih harus diwarnai pembelajaran jarak jauh (PJJ) oleh anak-anak Indonesia karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum selesai. 

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim memberikan apresiasi kepada anak-anak yang dinilainya tetap menunjukkan semangat belajar dan berprestasi.

“Bagi adik-adik yang masih harus belajar dari rumah, saya harap kalian tetap semangat dan bersabar karena kesehatan dan keselamatan kalian selalu menjadi prioritas kami,” ucapnya, dalam webinar Hari Anak Nasional 2021 yang digelar KPCPEN, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Mengintip Perkiraan Gaji Wakil Komisaris BRI, Posisi yang Ditinggalkan Rektor UI Ari Kuncoro

Baca juga: Ketika Oknum Satpol PP, Dishub hingga BPBD Kompak Pungli ke Sopir Truk Modus Surat Vaksin Covid-19

PILU, Suami Istri Ini Terpaksa Jual Panci hingga Rice Cooker untuk Beli Beras Akibat Terdampak PPKM

Nadiem menambahkan pihaknya termasuk guru-guru di Indonesia senantiasa memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan anak-anak di Indonesia di tengah pandemi Covid-19. 

Nadiem juga tidak lupa mengingatkan anak-anak Indonesia menerapkan protokol kesehatan, baik yang sudah disampaikan oleh orangtua, sekolah-sekolah, dan saluran informasi melalui internet.

"Dan bagi kalian yang sudah memulai melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, tolong tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan," kata Nadiem. 

Dokter Spesialis Anak Soedjatmiko mengatakan anak-anak sudah memahami pentingnya disiplin melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. 

"Bagi anak-anak jangan ragu untuk divaksinasi. Vaksinasi ini harus dua kali agar optimal karena vaksinasi ini baru dinilai optimal sekitar 1-2 bulan setelah vaksinasi kedua," katanya.

Harapan Soedjatmiko bukan tanpa alasan. Ada sekitar 400 ribu anak-anak Indonesia terpapar Covid-19.

Ini berarti sekitar 13% penularan SARS-CoV-2 di Indonesia dialami kelompok usia anak. 

Pada kesempatan yang sama, Tiara Fairuz Alfie Airlangga mengaku rindu dengan saudaranya yang selama pandemi tidak dapat dikunjungi. Ia juga rindu dengan kehidupan normal termasuk kehidupan di sekolah. 

"Semoga kita bisa mematuhi protokol kesehatan dan juga mematuhi semua aturan dari pemerintah supaya pandemi ini bisa cepat berakhir," katanya.

Baca juga: CATAT! Terbitkan Aturan PPKM Level 4, Anies: Pasar Buka hingga Pukul 13.00, Swalayan Sampai 20.00

Baca juga: HATI-HATI! Penggunaan Narkoba di Tengah Pandemi Meningkat 45.227 Kasus, Pengedar Manfaatkan Situasi

Baca juga: Hasil Tes PCR Tetap Positif Setelah 2 Minggu, Perlukah Tes Ulang? Berikut Penjelasan dari WHO

Satu peserta webinar lainnya, Rachelle Kathleen Rahardjo juga memiliki harapan yang sama dan berharap seluruh anggota keluarganya dapat disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

"Kalau tidak penting tidak perlu keluar rumah. Kalau ada keluarga di rumah tertular, kan kita juga bisa tertular. Dan kalau harus keluar, jangan lupa masker double," katanya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved