Breaking News:

Bantuan Sosial Tunai

32.029 Keluarga Penerima Manfaat di Kota Bekasi Tak Dapat BST Rp 600 Ribu, Ternyata Ini Penyebabnya

Meski telah mengajukan lebih dari 200.000 KPM, namun yang lolos verifikasi oleh Kemensos dan Pusat Data dan Informasi (pusdatin) hanya 167.971 KPM

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Warga RW 10 Vila Mas Garden, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara mengantre untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor RW 10, Jumat (23/07/21). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Sejumlah warga tak mampu di Kota Bekasi justru tidak mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) periode Mei-Juni.

Mengenai hal ini, pihak Dinas Sosial Kota Bekasi menjelaskan pada dasarnya beberapa orang yang kini tidak mendapatkan BST yang dahulunya menerima bansos presiden.

“BST itu dulu ada bantuan presiden yang berupa sembako, itu terakhir di Desember 2020,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Masyarakat Miskin Dinas Sosial (Kabid Gulmakin Dinsos) Kota Bekasi, Yeni Suharyani, saat dikonfirmasi, Sabtu (24/7).

Kala itu, Dinsos diminta untuk mengajukan sebanyak 197.360 KPM.

Namun karena jumlah data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kota Bekasi kurang, alhasil ia meminta pengurus RT/RW untuk mengajukan beberapa nama agar kuota terpenuhi.

“Tetapi karena kuota kita 197.360 KPM (keluarga penerima manfaat--red), karena dari DTKS tidak memenuhi kuota, masih kurang, akhirnya kita ambil data dari data bantuan presiden yang tentunya diverifikasi dulu oleh kelurahan, RT, RW,” tuturnya.

Setelah bansos sembako presiden tak lagi dijadikan program pemerintah, Kemensos memintanya untuk mendata ulang KPM (keluarga penerima manfaat--red) untuk penyaluran BST.

Baca juga: Kacau! Penyaluran BST di Kota Bekasi Tidak Tepat Sasaran, Kebanyakan Penerima Justru Orang Mampu

Meski telah mengajukan lebih dari 200.000 KPM, namun yang lolos verifikasi oleh Kementerian Sosial dan Pusat Data dan Informasi (pusdatin) hanya 167.971 KPM saja.

Oleh sebab itu beberapa masyarakat yang pada awalnya menerima bansos sembako presiden, kini tak mendapatkan BST periode Mei-Juni.

“Jumlah KPM yang kita usulkan waktu itu di akhir Desember berjumlah 200.000 NIK lebih, kita usulkan seluruhnya. Ternyata kan data itu di sana cleansing kembali, di pusdatin itu di-cleansing kembali,” ungkapnya.

Baca juga: Terkait Pungli BST Senilai Rp 20.000 di Petukangan Utara, Ketua RT: Itu Seikhlasnya, Tidak Dipatok

Baca juga: Meski Panas Terik Menyengat, Warga RW 03 Kemang Timur Tetap Sabar Menunggu Pembagian BST Rp 600 Ribu

Baca juga: Tertinggi Kedua Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tangerang, Pemkab Fokus Pantau Wilayah Pasar Kemis

Baca juga: Demi Sertifikasi Vaksin Covid-19 Agar bisa Berjualan, Pedagang Martabak Ini Beranikan Diri Disuntik

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved