Minggu, 10 Mei 2026

BBM Langka

Stok BBM Langka, Pegawai SPBU Shell Bekasi kini Dagang Kopi dan Makanan Ringan

Saat ini stok BBM di SPBU Shell kosong, mengakibatkan para karyawan beralih dagang kopi atau yang lain untuk bertahan hidup.

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Valentino Verry
warta kota/rendy rutama
BBM LANGKA - Pemandangan prihatin terlihat di SPBU Shell di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (19/9/2025). Karena stok BBM langka, para pegawai terpaksa dagang kopi untuk bertahan hidup. 

WARTAKOTaLIVE.COM, BEKASI - Pemandangan prihatin terlihat di SPBU  Shell di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Jumat (19/9/2025).

Sebab para pegawai di pom bensin swasta itu beralih berjualan kopi, dan peket makanan ringan karena pasokan stok bahan bakar minyak (BBM) kosong.

Pantauan jurnalis Tribun Bekasi di lokasi, terdapat empat pegawai yang bertugas jualan persis di depan pintu masuk SPBU Shell.

Baca juga: Shell Klarifikasi Isu PHK Massal Usai Pegawai Viral Jualan Kopi

Mereka berjualan dengan memanfaatkan etalase, kemudia diisi paket makanan dan minuman sembari membentangkan spanduk bertuliskan diantaranya 'Bensinnya kosong adanya kopi (cup) cuma Rp8 ribu'.

Tidak hanya itu, tulisan lainnya juga terlihat 'Jualan di Jalan demi kamu'.

Tidak hanya itu, seorang pegawai bahkan harus menjual paket makanan tersebut dengan cara streaming di media sosial (Medsos).

Sebagai informasi, harga paket makanan yang dijual mulai dari Rp4 ribu, Rp7 ribu, 6 pcs air mineral merk Aqua 1,5 liter dengan harga Rp45.500.

Baca juga: Imbas Kebijakan Bahlil, Setengah Jumlah Pegawai SPBU Shell Bekasi Terancam di-PHK Bulan Depan

Lalu mereka juga menjual kopi susu berukuran 1.000 mililiter dengan harga Rp60 ribu.

Suasana prihatin lainnya juga terdapat di SPBU Shell Jalan Raya Villa Indah Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Sebaba 50 persen jumlah pegawai di SPBU Shell tersebut terancam di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Shift Manager SPBU Shell Mangunjaya, Devi mengatakan hal itu karena terdampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) Shell yang terjadi di sejumlah wilayah tanah air.

Tak tinggal diam, ia kini tengah mengambil langkah untuk menyesuaikan operasional akibat terbatasnya stok bensin.

“Untuk pengurangan itu nanti paling terjadinya di Oktober ya. Karena saat ini stok dibatasi hanya sampai September. Bisa jadi nanti ada pengurangan atau dirumahkan dulu,” kata Devi, Kamis (18/9/2025).

Devi menjelaskan di tempatnya bertugas saat ini terdapat 13 pegawai dengan beragam tugas, mulai dari operator, mekanik, hingga kasir.

Diperkirakan hampir setengah dari jumlah karyawan akan terdampak PHK.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved