Breaking News:

PPKM Darurat

Omset Wartegnya Kian Tergerus, Mae Berharap PPKM Darurat Tidak Diperpanjang Lagi

Omset Wartegnya Kian Tergerus, Mae Berharap PPKM Darurat Tidak Diperpanjang Lagi. Perempuan muda itu pun berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dwi Rizki
Omset Wartegnya Kian Tergerus, Mae Berharap PPKM Darurat Tidak Diperpanjang Lagi
warta kota/ramadhan LQ
Warung Tegal atau Warteg Mamoka Bahari di Jalan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (23/7/2021)

WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling terdampak pandemi Covid-19.

Mulai dari warung klontong, warteg, dan pedagang kaki lima (PKL) turut merasakan hal tersebut.

Seperti Warteg Mamoka Bahari yang berusaha sekuat tenaga untuk terus bertahan di tengah wabah corona.

Berada di Jalan Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, warung tegal itu harus menerima kenyataan anjloknya omset imbas covid-19.

Terlebih kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat maupun PPKM Level 4 yang memicu kian langkanya pembeli yang datang. 

Baca juga: Berpotensi Memicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ariza Minta Masyarakat Menahan Diri Tak Gelar Demonstrasi

Kenyataan pahit itu disampaikan Pengelola Warteg Mamoka Bahari, Siti Maesaroh.

Dirinya mengaku omset serta pendapatan usahanya anjlok hingga 50 persen sejak pandemi covid-19 melanda.

“Sepi, terus pendapatan berkurang karena makan di tempat dibatasin sampai jam 8 malam aja,” ujarnya ditemui pada Jumat (23/7/2021).

Perempuan yang akrab disapa Mae itu mengungkapkan Warteg Mamoka Bahari biasanya mendapat Rp 3 juta per hari sebelum pandemi Covid-19.

Pendapatannya kini tergerus jauh karena PPKM Darurat.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved