Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Berpotensi Memicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ariza Minta Masyarakat Menahan Diri Tak Gelar Demonstrasi

Berpotensi Memicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ariza Minta Masyarakat Menahan Diri Tak Gelar Aksi Unjuk Rasa. Berikut Selengkapnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
(Tribun Jabar/Deni Denaswara)
Ilustrasi Aksi Unjuk Rasa 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengingatkan masyarakat untuk tidak menggelar aksi unjuk rasa selama pandemi Covid-19.

Alasannya, aksi tersebut diungkapkannya sangat berpotensi memicu lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Menurut Ariza, aksi unjuk rasa memang dilindungi dalam peraturan perundang-undangan, karena itu negara tidak melarangnya.

Namun alangkah baiknya warga menahan diri, sehingga pandemi Covid-19 dapat dikendalikan.

Baca juga: Vaksin Berbayar Dibatalkan Jokowi, Nasib WNA di Ibu Kota Kian Terkatung-katung

“Perlu dipahami ini sekarang lagi masa pandemi kalau ada demo nanti terjadi kerumunan. Kalau ada kerumunan, ada interaksi maka terjadi penularan,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Jumat (23/7/2021) malam.

“Jadi jangan sampai niat demo yang dimaksudkan mungkin baik, tapi malah menimbulkan kerumunan yang berkaitan nantinya dengan penularan Covid-19,” tambah politikus Partai Gerindra ini.

Hal itu dikatakan Ariza untuk menanggapi adanya poster Seruan Aksi Nasional Jokowi End Game di media sosial yang mencantumkan nama perusahaan Gojek, Grab, dan ShopeeFood.

Poster tersebut berisi ajakan untuk melakukan aksi long march dari Glodok ke ke Istana Negara pada Sabtu (24/7/2021), lantaran menolak penerapan PPKM.

Baca juga: WNA asal Korsel Ditemukan Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri Akibat Virus Covid-19

“PPKM dibuat pemerintah semata-mata untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga dari bahaya penyebaran Covid-19.

Warga silakan yang ingin menyampaikan aspirasi, sampaikan secara tertulis bleh disampaikan langsung boleh dengan konsep dan naskah akademik,” imbuhnya.

Menurut dia, semua orang berhak memberikan masukan dan pendapatnya demi kepentingan bangsa dan negara.

Sekalipun berunjuk rasa diizinkan negara, namun dia khawatir bisa terjadi penularan massa saat berunjuk rasa.

Baca juga: Vaksin Berbayar Dibatalkan, Ketua RW Pondok Pinang Khawatirkan Nasib WNA yang Tinggal di Wilayahnya

“Terkait aksi demo memang negara kita negara demokrasi yang berpancasila, kami membolehkan siapa saja warga negara berdemo sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved