Virus Covid19
Ini yang Harus Dihindari dan Menjadi Titik Lengah Penyebaran Virus Covid-19
Dokter spesialis paru, Erlina Burhan, mengungkapkan beberapa titik lengah yang mengakibatkan penyebran virus Covid-19 kin masif.
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat ini kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Walaupun dalam beberapa hari ini sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Dokter Spesialis Paru Konsultan Dr.dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K), mengatakan, munculnya kasus varian baru jenis Delta dari India di Indonesia yang cepat menyebar, menurunkan efikasi vaksin serta memperparah gejala.
Selain itu, protokol kesehatan yang tidak dijalankan dengan baik, serta belum terbentuknya kekebalan kelompok dari program vaksinasi, diantara sebab melonjaknya kasus Covid mulai Juni ini.
Baca juga: Perpanjang PPKM Darurat, Jokowi: Saya Mengajak Seluruh Komponen Bangsa Bersatu Melawan Covid-19
Belum lagi, terjadi titik lengah penyebaran yang seringkali tidak disadari masyarakat.
Titik lengah itu diantaranya saat makan bersama.
Saat makan bersama, dipastikan masker dibuka, potensi terkena droplet (cairan atau cipratan liur yang dikeluarkan seseorang,Red) sangat tinggi.
Di acara pemakaman juga jadi titik lengah.
Saat pemakaman kondisinya bersedih, memberi support dengan berpelukan, sehingga tidak ada jarak yang mempertinggi potensi penularan.
Sebelum adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat), kadang ada rapat tatap muka dan olahraga bersama misalnya bersepeda bersama.
Sehabis olahraga bicara tidak jelas lalu orang menurunkan masker.
Baca juga: Bima Arya Sampaikan 4 Hal Kendala Vaksinasi Massal ke Pemerintah Pusat, Salah Satunya Insentif Nakes
Saat foto bersama kadang masker dilepas.
Belum lagi kegiatan-kegiatan pernikahan, silaturahmi di rumah-rumah, di pusat perbelanjaan yang membuat banyak terjadi penularan.
Mutasi virus
Erlina mengatakan, munculnya varian Delta yang lebih berbahaya harus disikapi dengan kebiasaan yang juga harus ‘bermutasi’.
Varian Delta ini lebih menular, lebih berat dan menurunkan efikasi vaksin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/juru-bicara-tim-dokter-pasien-covid-19-rsup-persahabatan-erlina-burhan.jpg)