Kolom Trias Kuncahyono
Om, Kami Serumah Positif
Menurut Sekjen PB Ikatan Dokter Indonesia, Dr M Adib Khumaidi, hingga akhir Juni 2021, total dokter yang meninggal akibat Covid-19 mencapai
Menurut data yang dihimpun Persatuan Rumah Sakit Indonesia dan sejumlah asosiasi profesi kesehatan mencatat, hingga 28 Juni 2021 ada 1.031 tenaga kesehatan yang telah meninggal karena Covid-19.
Menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr M Adib Khumaidi SpOT, hingga akhir Juni lalu, total dokter yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 401 orang.
Dan, hingga hari Sabtu (10/7/2021), tercatat 2.491.006 orang positif, 65.457 orang meninggal dan, 2.052.109 sehat kembali.
Virus korona menyerang 220 negara di seluruh dunia dan 186.945.989 orang menjadi korban; 4.037.437 orang meninggal dunia, 170.984.178 orang dinyatakan sembuh. (worldmeters).
II

Hanya saja, mengapa masih saja ada orang yang tidak peduli pada keadaan negeri ini.
Mengapa masih ada orang yang tidak mau menaati protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Mengapa masih saja ada orang yang tidak percaya bahwa virus korona itu ada?
Mengapa masih ada saja orang yang menggunakan dalil-dalil agama untuk mencari pembenaran diri dan menganggap sepi aturan pemerintah?
Mengapa masih saja ada orang yang menebar ketakutan, kebohongan ke tengah masyarakat terkait dengan Covid-19?
Mengapa masih saja ada orang yang mencari popularitas di tengah pandemi ini?
Mengapa masih banyak pula yang mencari keuntungan dari penderitaan orang lain?
Mengapa ada yang menjadikan kecemasa publik sebagai komoditas politik?
Mengapa ada pula elite politik yang lebih suka mencari-cari kesalahan pemerintah ketimbang ikut menyingsingkan lengan baju untuk bersama-sama menyelamatkan negeri?
Mencari kesalahan pihak lain, memang paling mudah. Apalagi di “zaman yang tidak normal” ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/iluscovid.jpg)