Kolom Trias Kuncahyono

Om, Kami Serumah Positif

Menurut Sekjen PB Ikatan Dokter Indonesia, Dr M Adib Khumaidi, hingga akhir Juni 2021, total dokter yang meninggal akibat Covid-19 mencapai

Istimewa
Foto ilustrasi: Virus corona atau Covid-19. 

Orang cenderung tidak melihat balok di matanya sendiri, tetapi lebih melihat selumbar di mata orang lain.

Bukankah semestinya dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini orang semakin menyadari kerapuhannya.

Tidak ada seorang pun, baik itu dokter, perawat, tenaga kesehatan yang lain, karyawan pabrik, karyawan supermarket, penyedia dan pengelola transportasi,  pejabat, elite partai politik, para penegak hukum, wartawan, petugas kebersihan, sukarelawan maupun para tokoh,  pemimpin agama, dan siapa pun juga, bisa mencapai keselamatan sendiri.

Kita semua bagaikan berada di perahu yang sama, yang rapuh, yang kehilangan arah, dan yang sedang diterpa ombak serta badai.

Karena itu, semua penumpang dipanggil untuk bersama-sama mendayung, membuang keluar air yang masuk ke perahu, dan mengarahkan arah perahu ke tujuan yang benar.

Solidaritas bersama akan menyelamatkan tidak hanya perahu, tetapi juga para penumpangnya.

Solidaritas adalah kebenaran moral dan tindakan sosial yang semakin dibutuhkan dewasa ini.

Mereka yang memiliki jiwa solidaritas, menyisihkan segala macam perbedaan: entah itu perbedaan agama, etnis, suku, warna kulit, politik maupun ideologi.

Sebab, solidaritas adalah tindakan profetis di tengah tanda-tanda zaman semakin marak, tumbuh dan tersebarnya kepentingan dan cinta diri dalam diri umat manusia.

Lahirnya solidaritas adalah pertanda ditegakannya kasih, kepedulian, compassion, bela rasa terhadap sesama.

Orang yang memiliki sikap solider, berarti tidak mengingkari realita derita sesama yang ada di sekitarnya.

Sebab, solidaritas itu mengajarkan untuk tidak mengabaikan orang lain, untuk memedulikan, untuk memperhatikan orang lain, siapa pun mereka.

Sebaliknya, orang yang tidak memiliki dalam dirinya sifat dan sikap solider terhadap orang lain, berarti orang itu sudah kehilangan rasa tanggung jawab dalam dirinya; tidak ada lagi kasih, peduli pada sesama.

Orang seperti itu sudah kehilangan hati.

III

Ilustrasi: Istimewa
Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved