24 Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK Bakal Dibina Kementerian Pertahanan Selama 30 Hari Mulai 22 Juli

Dari 75 pegawai tersebut, 51 di antaranya diberhentikan pada November 2021, dan 24 pegawai akan dibina kembali.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
KPK dan Kementerian Pertahanan menyepakati kerja sama pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan, bagi pegawai KPK yang akan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyepakati kerja sama pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan, bagi pegawai KPK yang akan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

KPK telah melantik 1.271 pegawai KPK menjadi ASN pada 1 Juni 2021.

Mereka yang dilantik merupakan pegawai KPK yang lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

Baca juga: Rekor Baru 20.574 Kasus Covid-19 per Hari, Moeldoko Bilang Indonesia Masuk Gelombang Kedua Pandemi

Sebanyak 75 pegawai dinyatakan tidak lulus atau tidak memenuhi syarat (TMS).

Dari 75 pegawai tersebut, 51 di antaranya diberhentikan pada November 2021, dan 24 pegawai akan dibina kembali.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut diklat bela negara dan wawasan kebangsaan merupakan tindak lanjut dari rangkaian proses peralihan status pegawai KPK menjadi ASN.

Baca juga: 154 Orang di Kompleks Parlemen Positif Covid-19, Sekjen Pastikan Gedung DPR Bukan Klaster Baru

"Sesuai amanat UU Nomor 19 Tahun 2019, pegawai KPK adalah ASN."

"Maka seluruh pegawai KPK harus beralih proses menjadi pegawai ASN dan tentulah harus ikut serta tunduk terhadap UU ASN."

"Salah satunya persyaratan mengenai wawasan kebangsaan," kata Firli, Sabtu (26/6/2021).

Baca juga: Sudah Sebulan, Keluarga Belum Terima Hasil Autopsi Jenazah Trio yang Wafat Usai Divaksin AstraZeneca

Kesepakatan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh Plt Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana, dengan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemenhan Mayor Jenderal TNI Dadang Hendrayuda.

Penandatangan kerja sama dilaksanakan di Ruang Bhineka Tunggal Ika Kemenhan yang disaksikan langsung oleh Firli Bahuri dan Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI M Herindra.

Pelaksanaan diklat akan berlangsung selama 30 hari mulai 22 Juli 2021.

Baca juga: Tiga RS di Jakarta Ini Khusus Tangani Pasien Covid-19, Hanya Terima yang Bergejala Sedang dan Berat

Pembelajaran dan pengembangan kompetensi dalam diklat ini meliputi Nilai-nilai Dasar Bela Negara, Sistem Pertahanan Semesta, dan Wawasan Kebangsaan (4 Konsensus Dasar Bernegara).

Juga, Sejarah Perjuangan Bangsa, Pembangunan Karakter Bangsa, dan Keterampilan Dasar Bela Negara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved