Berita Nasional
Annisa Pohan Singgung Kelompok Buzzer Islamphobia, Denny Siregar: Entar Gua Sentil, Baper Lagi
Annisa menyayangkan dengan protes yang disampaikan kelompok yang dia namakan buzzer yang menurutnya cenderung Islamphobia.
"Kami undang resmi baik-baik. Kami ajak nonton PRIVATE. Gratis. Disewain studio PREMIERE XXI di Plaza Senayan. Kursi enak; Supaya lihat produknya dulu sebelum menuduh. Lihat ceritanya. Kualitas animasinya. Mau diajak diskusi santai sama kreator, nggak mau, maunya lanjut ngebacot," imbuhnya.
Sementara itu, Eko Kuntadhi menolak undangan nonton bersama dan diskusi untuk membahas film Nussa.
Baca juga: Geram dengan Pakaian Tokoh Animasi Nussa, Eko Kuntadhi: Sangat Khas Bomber Taliban
"Maaf. Saya gak tertarik dengan produk yang ada sangkutannya dengan Felix Siauw. Maaf...," balas Eko.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah pegiat media sosial seperti Denny Siregar, Ferdinand Hutahaean dan Eko Kuntadhi kompak memprotes pakaian yang dikenakan dalam karakter film Nussa besutan sutradara Angga Dwimas Sasongko.
Protes tersebut sejatinya sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.
Angga pun sudah menjelaskan bahwa film animasi yang dibuatnya tidak seperti yang dituduhkan beberapa pihak, yakni mempromosikan khilafah.
Kali ini, Eko Kuntadhi geram dengan pakaian pakaian yang dikenakan karakter Nussa dalam film tersebut.
Ia bahkan menyebut bahwa pakaian yang dikenakan Nussa tidak mirip seperti pakaian yang dikenakan anak Indonesia pada umumnya.
Baca juga: Demokrat Dituding Tolak UU Ciptaker karena Disorot Media, Benny K Harman: Itu Bohong Besar
Baca juga: Rachland Kritik Seknas Jokowi-Prabowo sebagai Gerakan Melawan Konstitusi
Melainkan lebih mirip pakaian anak-anak Taliban di Afganistan.
"Apakah ini foto anak Indonesia? Bukan. Pakaian lelaki sangat khas Taliban. Anak Afganistan. Tapi film Nusa Rara mau dipromosikan ke seluruh dunia. Agar dunia mengira, Indonesia adalah cabang khilafah. Atau bagian dari kekuasaan Taliban. Promosi yang merusak!" tulis Eko Kuntadhi dikutip dari Twitter, Minggu (20/6/2021).
"Pakaian anak lelaki lebih sering jadi model pakaian bomber. Ketimbang pakaian anak-anak Indonesia," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/annisa-pohan-almira_20161230_092902.jpg)