Covid19 Melonjak
Ngeri, Dinas Kesehatan DKI Prediksi Kasus Aktif Covid-19 Bisa Tembus 218.000 pada Agustus
Dinas Kesehatan DKI Jakarta memprediksi, kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota bisa menembus 218.000 orang pada akhir Agustus 2021.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
Kedua, kata dia, rendahnya kapasitas kemampuan laboratorium kesehatan daerah (labkesda). Dia menilai, kapasitas tes Labkesda yang masih rendah, menyebabkan positivity rate masih jauh dibandingkan rekomendasi WHO.
Saat ini, Labkesda hanya mampu mengakomodir 30 persen kebutuhan testing harian, dan positivity rate bahkan melonjak hingga 33,6 persen pekan ini. Untuk itu Pemprov DKI harus meningkatkan kapasitas labkesda sebagai lab kunci dalam kegiatan tracing di Puskesmas, dari sebelumnya 2500-3000/hari menjadi lima kali lipat yaitu 15.000/hari.
“Sebagai konsekuensinya Pemprov DKI juga harus memperkuat anggaran dan sumber daya Puskesmas untuk melakukan tes massal dan pelacakan kasus, baik menggunakan tes usap antigen, ataupun PCR,” jelasnya.
Kemudian yang ketiga, adalah terbatasnya kamar isolasi dan ruang insentif. Penambahan tempat tidur isolasi dan ruang intensif di Jakarta belum maksimal dan tidak sebanding dengan lonjakan kasus yang ada.
Menurutnya, jika melihat data, Pemprov DKI hanya mampu melakukan penambahan tempat tidur isolasi sebanyak 7.510 dan ruang intensif sebanyak 824.
Lambannya penambahan ini menyebabkan beberapa RSUD kewalahan menghadapi lonjakan kasus dan terpaksa harus menolak pasien, karena kapasitas sudah penuh.
Baca juga: Kasus Covid-19 Ibu Kota Meledak, Anies Baswedan Bakal Lahirkan Kebijakan Tegas Guna Menekan Pandemi
Untuk itu Idris meminta Pemprov DKI segera membuka segera Rumah Sakit Darurat atau RS lapangan dengan menggunakan aula kosong, atau Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) sebagai ruang isolasi bagi pasien positif dan suspek.
Hal ini bertujuan agar laju infeksi dapat segera ditekan, dan pasien suspek ataupun positif segera mendapatkan pelayanan kesehatan untuk mencegah terjadinya perburukan.
Ketiga, kondisi ini dapat diatasi apabila Gubernur Anies sebagai pimpinan Pemprov DKI Jakarta bisa serius bekerja.
“Jangan puas hanya menyebutkan Jakarta masuk fase genting, tapi tidak ada langkah konkrit dan krusial yang diambil dan dilakukan. Ini saatnya kepemimpinan Anies diuji, jangan sampai masyarakat jadi korban,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-dki-jakarta-widyastuti-di-balai-kota.jpg)