Minggu, 12 April 2026

Covid19 Melonjak

Ngeri, Dinas Kesehatan DKI Prediksi Kasus Aktif Covid-19 Bisa Tembus 218.000 pada Agustus

Dinas Kesehatan DKI Jakarta memprediksi, kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota bisa menembus 218.000 orang pada akhir Agustus 2021.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
YouTube Dinas Kesehatan DKI Jakarta
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti memprediksi, kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota bisa menembus 218.000 orang pada akhir Agustus 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta memprediksi, kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota bisa menembus 218.000 orang pada akhir Agustus 2021.

Kasus aktif merupakan orang terjangkit Covid-19 yang belum sembuh, dan saat ini sedang menjalani masa isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, angka itu merupakan kalkulasi penambahan kasus positif Covid-19 harian yang terjadi di Jakarta.

Kata dia, laju harian di Jakarta saat ini cukup luar biasa hingga mencapai 4.000-5.000 kasus.

Baca juga: VIDEO Mulai Hari Ini Rusun Nagrak Dioperasikan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Apabila tidak ada intervensi dari pemerintah untuk mengurangi interaksi dan mobilitas warganya, kasus diprediksi akan terus naik hingga mencapai 70.000 dalam sehari. Bahkan sampai Agustus, kasus aktif dapat menembus 218.000 orang.

“Posisi kita sekarang ada sekitar 27.000 kasus aktif yang dilakukan isolasi. Kalau kami lakukan prediksi itu bisa tembus kasus aktif harian mencapai lebih dari 70.000, bahkan kalau sampai dengan Agustus bisa mencapai 218.000,” kata Widyastuti yang dikutip dari akun YouTube Pusdalops BNPB, Senin (21/6/2021).

Karena itulah, Widyastuti memandang diperlukan campur tangan pemerintah yang lebih masif agar penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan seperti tahun lalu.

Intervensi yang dimaksud tidak hanya untuk skala DKI Jakarta saja, tapi juga untuk daerah lain mengingat kasus Covid-19 di wilayah penyangga juga tinggi.

“Tentu perbedaannya adalah kalau tahun lalu, bisa hanya skup Jakarta dan sekitarnya, tetapi untuk tahun ini dengan maraknya di provinsi lain tentu dibutuhkan pembatasan mobilitas yang lebih luas,” jelas Widyastuti.

Dia mengatakan, ledakan kasus Covid-19 sudah terjadi sejak empat hari lalu dengan penambahan kasus hingga 4.000 lebih orang.

Angka ini juga diklaim lebih tinggi dibanding kasus sebelumnya sejak Jakarta diserang pandemi Covid-19 pada Maret 2021 lalu.

Hingga Senin (21/6/2021) terjadi penambahan 5.014 kasus. Rinciannya, masing-masing 30 persen berkategori tanpa gejala dan gejala sedang, lalu 29 persen gejala ringan, enam persen gejala berat dan lima persen mengalami kritis.

“Peningkatan persentase kasus positif rata-rata mingguan dari 14 persen menjadi 23,5 persen. Hal ini menunjukkan banyaknya kasus dan cepatnya penularan di masyarakat,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini pemerintah tengah melakukan aksi ‘kejar-kejaran’ dalam menyediakan tempat tidur di tengah ledakan kasus Covid-19.

Meski pemerintah terus menambah ketersediaan tempat tidur, namun tempat tidur yang terpakai juga cepat.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved