Kamis, 4 Juni 2026

Berita Nasional

Iklan Layanan Masyarakat Dinilai Jadi Kunci Edukasi Tentang Rokok Elektrik

Iklan Layanan Masyarakat Dinilai Jadi Kunci Edukasi tentang rokok elektrik. Berikut Paparannya

Tayang:
Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Shutterstock
Ilustrasi Rokok Elektrik 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Iklan Layanan Masyarakat (ILM) berbentuk video yang didesain dengan baik dinilai sebagai kunci keberhasilan dalam mengedukasi tentang cara penggunaan dan potensi risiko rokok elektrik (vape).

Gagasan tersebut merupakan bagian dari diskusi strategi komunikasi publik dalam kebijakan pengurangan dampak buruk tembakau di Global Forum on Nicotine 2021 pada Kamis (17/6/2021).

“Lebih dari satu miliar orang di dunia merupakan perokok. Banyak dari mereka membutuhkan alternatif pilihan untuk berhenti, termasuk saya. Setelah 35 tahun menjadi perokok, saya mempelajari vape dan memutuskan untuk beralih," ungkap Mirosław Dworniczak, akademisi di Departemen Kimia, Universitas Adam Mickiewicz, Polandia.   

"Dari sana, saya melihat pentingnya informasi akurat tentang alternatif yang tersedia untuk berhenti merokok. Sayangnya, masih banyak informasi beredar yang salah dan tidak berbasis bukti, akibatnya, banyak perokok yang ragu untuk beralih,” jelasnya.

Direktur Ikatan Ilmiah Internasional Juul Labs Sairah Salim menambahkan, agar bisa menyajikan informasi produk alternatif merokok yang akurat, dibutuhkan rencana komunikasi dan penyusunan regulasi yang disusun berdasarkan bukti ilmiah.

“Perokok membutuhkan komunikasi yang transparan dan terus-menerus. Karenanya, komitmen terhadap inovasi dan komunikasinya perlu didukung oleh regulasi yang tepat sasaran agar kita semua dapat bersama-sama mengurangi dampak buruk dari merokok,” kata Salim.

Baca juga: Menggemaskan, Kiano dan Rafathar Jadi Inspirasi Wanda Tria Berkreasi di Tengah Pandemi

Salim menilai pelibatan berbagai pemangku kepentingan sangat krusial dalam mengomunikasikan profil risiko hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). 

Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait perlu mendiskusikan cara terbaik dalam menyampaikan bukti ilmiah terkait produk alternatif tembakau. 

Harapannya, para perokok dapat mempertimbangkan semua pilihan dan risiko yang tersedia sebelum memutuskan untuk beralih dari merokok.

Baca juga: Cek Lima Destinasi Super Prioritas, Minggu Ini Sandiaga Uno Work From Magelang

Pemerataan Informasi

Di Indonesia, informasi tentang HPTL sudah semakin banyak tersedia di berbagai platform. 

Namun, jumlah konten-konten tersebut belum sebanyak misinformasi yang beredar terhadap produk HPTL. 

Akibatnya, situasi tersebut menyebabkan salah kaprah di kalangan masyarakat yang belum memahami produk alternatif merokok.

Baca juga: Dianugerahi Keindahan Alam, Kampung Galung Diyakini Sandiaga Uno Mampu Bangkit Lewat Sektor Parekraf

Kajian tim peneliti Universitas Sahid Indonesia menunjukkan, sebanyak 52,4 persen dari 930 responden belum mengetahui adanya produk alternatif merokok yang lebih rendah risiko. 

Dengan demikian, komunikasi publik terhadap HPTL masih perlu digalakkan agar masyarakat mendapat informasi yang utuh, tepercaya, dan berbasis bukti dalam menyikapi keberadaan HPTL.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved