Jumat, 5 Juni 2026

Makan Bergizi Gratis

Curhat Prabowo Soal Pencopotan Dadan “Berat bagi Saya Mencopot Dadan dan Jajaran BGN” 

Presiden RI Prabowo Subianto Akui Sedih Copot Dadan Hindayana dan Jajaran BGN: Saya Terpaksa Mengganti Orang yang Saya Percaya

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Youtube Tv Parlemen
PRABOWO CURHAT -- Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih saat harus mengambil keputusan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta jajaran pimpinan lembaga tersebut. 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih saat harus mengambil keputusan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta jajaran pimpinan lembaga tersebut.

Menurut Prabowo, keputusan itu bukanlah langkah yang mudah karena selama ini ia menaruh kepercayaan besar kepada para pejabat yang memimpin program strategis pemerintah tersebut.

Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga ikut dicopot dari jabatannya.

Prabowo mengatakan dirinya memiliki kedekatan emosional dan kepercayaan yang tinggi kepada para mantan pimpinan BGN tersebut.

Namun, sebagai kepala negara, ia menegaskan harus mengutamakan kepentingan bangsa dan memastikan setiap program pemerintah berjalan sesuai aturan dan tujuan yang telah ditetapkan.

"Saya sedih. Saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya percaya," ujar Prabowo saat menyampaikan keterangannya.

Menurut Prabowo, keputusan tersebut diambil setelah dirinya menerima berbagai laporan mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah.

Dari laporan yang diterimanya, ditemukan sejumlah kekurangan, kejanggalan, hingga dugaan penyelewengan dalam pelaksanaan program tersebut.

Meski tidak merinci bentuk pelanggaran yang dimaksud, Prabowo menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk harus ditindaklanjuti secara serius.

Ia menilai program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, khususnya pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, tidak boleh dikelola secara sembarangan.

Presiden menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan menjadi faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan sebuah organisasi.

Karena itu, setiap pimpinan lembaga negara harus mampu memberikan teladan, menjaga integritas, dan memastikan seluruh bawahannya bekerja sesuai aturan yang berlaku.

"Bagi saya, pengaruh pimpinan sangat besar dalam setiap organisasi. Kalau ada masalah yang berulang, maka kepemimpinan harus dievaluasi," kata Prabowo.

Ia menambahkan, pergantian pejabat bukan semata-mata bentuk hukuman, melainkan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola dan memastikan program pemerintah dapat berjalan lebih efektif.

Langkah tersebut juga disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved