Virus Corona Jakarta

Penghuni Rusun Nagrak Cilincing Keberatan Tempatnya Bakal Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Mega mengaku dirinya keberatan apabila Rusun Nagrak dijadikan tempat isolasi. Namun sebagai penghuni, dirinya tidak mempunyai pilihan lain. 

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kondisi pembangunan Rusun Nagrak Tower 1-5 sudah mencapai 95 persen, Rabu (7/2). 

WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING-- Rusun Nagrak, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara rencananya bakal dijadikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 seiring jumlah kasus yang terus mengalami peningkatan. 

Namun rencana itu tidak mendapat dukungan dari para penghuni rusun. Pasalnya ada kekhawatiran apabila tower Rusun Nagrak yang masih kosong bakal menjadi tempat isolasi pasien Covid-19. 

Seorang penghuni rusun, Mega mengaku dirinya keberatan apabila Rusun Nagrak dijadikan tempat isolasi. Namun sebagai penghuni, dirinya tidak mempunyai pilihan lain. 

“Sebenarnya kalau dibilang keberatan ya keberatan. Tapi namanya punya pemerintah ya kita bisa apa?,” ucapnya, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Semakin Meningkat, Doker Menyarankan Tidak Gunakan Lagi Masker Kain

Baca juga: Didesak Keluarkan Rem Darurat, Berikut Ini Tanggapan Wagub DKI

Penghuni pindahan dari Tanjung Priok tersebut mengaku dirinya hanya bisa pasrah apabila nanti Rusun Nagrak benar-benar jadi tempat isolasi bagi para pasien Covid-19. 

“Kita juga numpang. Kalau kita punya sendiri ya kita protes. Ini kan punya pemerintah mau nggak mau,” katanya pasrah. 

Menurut Mega, sebenarnya rencana menjadikan Rusun Nagrak sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 sudah ada sejak lama. Hanya saja saat ini rencana itu kembali muncul.

“Dulu pernah juga wacana, cuma sekarang benar-benar baru mau direalisasikan. Ya kita berdoa aja semoga nggak jadi,” harapnya.

Baca juga: Sang Ibu Kisahkan Markis Kido Tetap Semangat Jalani Hidup meski Sudah Idap Hipertensi Sejak Remaja

Sementara penghuni lainnya, Umi Dandi mengaku juga tidak mempunyai pilihan lain. Apalagi saat ini mereka digratiskan dari biaya sewa sebesar Rp 760 ribu per bulan selama pandemi. 

“Ya mau nggak mau setuju. Kita juga masih gratis, cuma bayar listrik sama air doang. Kalau sudah bayar, boleh lah ya,” sambung. 

Umi mengungkapkan bila dirinya hanya membayar beberapa bulan selama tinggal di Rusun Nagrak. Pasalnya tidak lama pindah ke rusun, Covid-19 mewabah di seluruh penjuru dunia. 

“Ya semoga pemerintah ada solusi yang lain,” ungkapnya.

Baca juga: Satpol PP DKI Janji Lindungi Identitas Pelapor Pelanggar Prokes

Baca juga: Andi Arief Dalam Masalah Serius, Polisi kini Dalami Laporan Kader PSI

Adapun sejauh ini tower yang sudah ditempati oleh penghuni yakni hanya tower 11-14 Rusun Nagrak. Sementara itu untuk tower 1-10 belum juga ditempati alias masih kosong. 

Tower yang rencananya akan dijadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19 berada di tower 1-5 yang berwarna biru. Sebuah tenda warna oranye milik BPBD juga sudah didirikan di sekitar lokasi. 

Sementara itu saat berusaha dikonfirmasi oleh awak media dengan mendatangi lokasi, pihak pengelola tidak bisa ditemui. Petugas keamanan beralasan pihak yang berwenang sedang sibuk. 

“Untuk saat ini belum bisa (diwawancara) karena beliau lagi sibuk, lagi banyak kerjaan. Ini juga lagi ngurusin vaksin,” kata petugas tersebut. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved