Breaking News:

Antisipasi Pungli di Pelabuhan, Ini yang Dilakukan Pelindo 1

Untuk Terminal Petikemas (TPK) Belawan Fase II saat ini sudah menerapkan sistem informasi pada proses penerimaan petikemas.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Mohamad Yusuf
Pelindo I
Petugas operasional di Terminal Petikemas Belawan. Pelindo 1 dengan tegas menolak segala bentuk suap, pungli, dan bentuk gratifikasi lainnya dari seluruh stakeholders maupun pengguna layanan kepelabuhanan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dalam menjalankan operasional jasa pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 dengan tegas menolak segala bentuk suap, pungli, dan bentuk gratifikasi lainnya dari seluruh stakeholders maupun pengguna layanan kepelabuhanan.

Pihaknya menyebut selalu berkomitmen untuk menyediakan layanan kepelabuhanan yang profesional, bersih, dan transparan dengan mengacu pada prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) dan Corporate Value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif).

“Untuk menjaga operasional pelabuhan agar tetap bersih dari kegiatan pungli dan premanisme, seluruh pekerja harus menjunjung tinggi penerapan GCG dan tata nilai AKHLAK dan tegas menolak segala bentuk gratifikasi dan aktivitas pungli di lingkungan Pelindo 1,” tegas Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1, Ridwan Sani Siregar saat melakukan briefing rutin kepada seluruh pegawai dan petugas operasional di Terminal Petikemas Belawan pada Selasa (15/6/2021).

Baca juga: DUH! Selain Sembako Kena Pajak, Dalam Draf RUU KUP, Sekolah Pun Bakal Dikenakan PPN

Baca juga: Penasaran dengan Suara Berdenyit di Kamar, Suami di NTT Pergoki Istri Telanjang dengan Pria Lain

Baca juga: Ternyata di Arab Saudi, Habib Rizieq Bertemu Tito Karnavian, Budi Gunawan dan Dihubungi Wiranto

Pelindo 1 juga telah menjalankan sederet kebijakan seperti sosialisasi penerapan GCG dan AKHLAK kepada seluruh pegawai, monitoring dan pengawasan ketat dalam setiap kegiatan operasional kepelabuhanan di seluruh cabang.

"Kemudian penerapan digitalisasi layanan dan sistem informasi kepelabuhanan terpadu yang cashless dan transparan, serta menjalankan aktivitas pengamanan area pelabuhan yang mengacu pada standar ISPS Code,” jelas VP Public Relations Pelindo 1, Fiona Sari Utami.

Sosialisasi secara intens dilakukan dalam bentuk briefing sebelum bekerja, pemasangan spanduk dan banner di dermaga, serta arahan-arahan dengan menekankan untuk tidak melakukan aktivitas pungli, dan segala kegiatan yang melanggar norma dan agama.

Penerapan digitalisasi layanan dan penggunaan sistem informasi kepelabuhanan juga terus dikembangkan untuk semakin meningkatkan efektifitas layanan.

Seperti halnya di TPK Belawan sudah sepenuhnya melakukan system Integrated Billing System (IBS).

Dengan penerapan system cashless, tidak ada lagi pemberian atau penggunaan uang secara tunai, ini sebagai langkah dalam meminimalisir pungli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Untuk Terminal Petikemas (TPK) Belawan Fase II saat ini sudah menerapkan sistem informasi pada proses penerimaan petikemas.

“Setiap petikemas yang masuk ke TPK Belawan Fase II sebelumnya sudah didaftarkan oleh perusahaan pelayaran, kemudian pengguna jasa dapat mencetak E-CEIR (Electronic Container Equipment Interchange Receipt) yang dilengkapi dengan QR-Code untuk selanjutnya diberikan kepada para pengemudi truck pengangkut petikemas.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved