Kamis, 23 April 2026

Sekolah Tatap Muka

Anies: DKI Belum Ada Rencana Lebih Jauh Terkait PTM, Ini Penyebabnya

Pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta saat ini baru sebatas uji coba dan belum ada rencana yang lebih jauh lagi seperti membuka sekolah.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Gubernur DKI Anies Baswedan, Minggu (13/6/2021) mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta saat ini baru sebatas uji coba dan belum ada rencana yang lebih jauh lagi seperti membuka sekolah. Foto ilustrasi: Kegiatan uji coba belajar tatap muka tahap dua dilaksanakan di SDN Malaka Sari 13, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021). 

"Kemudian yang kedua, pada tanggal 7 itu juga kan bersamaan dengan pelaksanaan PPDB dimulai, sehingga para Kepala Seksi Dikdas (Pendidikan Dasar) dan Dikmen (Pendidikan Menengah) di 11 wilayah DKI  berharap tidak berbarengan dengan PPDB," kata Taga pada Jumat (4/6/2021).

Sementata itu Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana mengatakan selama piloting dan uji coba berlangsung, pembelajaran dilakukan secara terbatas. Untuk kegiatan tatap muka juga hanya dilakukan selama beberapa hari dalam sepekan untuk setiap jenjang pendidikan.

Baca juga: Jokowi Usul PTM Diikuti 25 Persen Pelajar, DKI: Kalau Memang Baik Kenapa Tidak

Setelah itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan diliburkan untuk disterilisasi. Sementara kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

“Untuk pembelajarannya pun kami prioritaskan dulu dengan materi-materi esensial yang memang membutuhkan tatap muka dengan durasi 3-4 jam,” ujar Nahdiana.

Dia melanjutkan, untuk jumlah peserta didik juga dibatasi dengan maksimal 50 persen dari daya tampung. Para pelajar di kelas juga dilakukan pengaturan jarak 1,5 meter setiap peserta didik.

Kemudian untuk satuan pendidik telah mengikuti pelatihan tentang blended learning, sehingga ketika sudah mulai pembelajaran mereka juga melayani secara virtual. “Jadi nanti ada anak yang belajar di sekolah, ada juga yang belajar dari rumah karena orangtuanya tidak mengizinkan, anak tetap di rumah dan mereka tatap kami layani,” katanya.

Baca juga: Kemendikbudristek Minta Peran Serta Masyarakat Awasi PTM Agar Tak Tercipta Klaster Sekolah

Piloting dan uji coba ini dilakukan secara bergantian dari jenjang kelas 4 SD sampai kelas 12 SMA. Sedangkan, jenjang PAUD, TK, kelas 1, 2 dan 3 tetap belajar di rumah melalui virtual.

Uji coba PTM ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi PTM sesungguhnya yang digelar pada Juli 2021 mendatang. Hal ini sebagaimana keputusan yang ditetapkan empat menteri RI melalui surat keputusan bersama (SKB), yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; Menteri Agama; Menteri Kesehatan; dan Menteri Dalam Negeri. (Antaranews/faf)


 

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved