Jumat, 1 Mei 2026

Sekolah Tatap Muka

Anies: DKI Belum Ada Rencana Lebih Jauh Terkait PTM, Ini Penyebabnya

Pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta saat ini baru sebatas uji coba dan belum ada rencana yang lebih jauh lagi seperti membuka sekolah.

Tayang:
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Gubernur DKI Anies Baswedan, Minggu (13/6/2021) mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta saat ini baru sebatas uji coba dan belum ada rencana yang lebih jauh lagi seperti membuka sekolah. Foto ilustrasi: Kegiatan uji coba belajar tatap muka tahap dua dilaksanakan di SDN Malaka Sari 13, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN LAMA -- Pascalibur Lebaran 2021 kasus Covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningkatan signifikan.

Untuk itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya menyiapkan ruang isolasi dan perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di DKI Jakarta juga berpengaruh pada kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) .

Video: Langgar Protokol Kesehatan, Kafe Dangdut di Pancoran Digerebek

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta saat ini baru sebatas uji coba dan belum ada rencana yang lebih jauh lagi seperti membuka sekolah.

"Belum ada rencana pembukaan sekolah lebih jauh, sekarang yang sedang berjalan uji coba," ujar Anies kepada wartawan saat ditemui dalam apel bersama Forkopimda di Lapangan Blok S, Minggu (13/6/2021) malam.

Menurut Anies, situasi pandemi Covid-19 di DKI Jakarta memasuki fase amat genting akibat libur lebaran.

Baca juga: Kadisdik Jabar Imbau PTM Digelar Seminggu Dua Kali Saja, Habis Belajar Sekolah Disemprot Disinfektan

Baca juga: Vaksinasi Guru Baru Capai 40 Persen, Padahal PTM Dimulai Bulan Depan

Dan beberapa hari terakhir ini, kondisinya menjadikan Jakarta sangat mengkhawatirkan.

Ia mengatakan, data terbaru dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta telai meningkat secara signifikan.

Pada 6 Juni, kasus baru perhari masih berkisar 7.000-an. Namun pada 12 Juni, kasus aktif telah meningkat dari 11.500 menjadi 17.400, atau naik 50 persen dalam seminggu.

Keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/ BOR)-nya di Rumah Sakit juga meningkat, dari 45 persen pada 5 Juni menjadi 75 persen pada 12 Juni.

Baca juga: PTM Tahap II Digelar Mulai Hari Ini, Sejumlah Guru dan Murid Antusias

Meskipun 25 persen dari 75 persen itu adalah pasien Covid-19 dari luar Jakarta, yang artinya 1 dari 4 pasien di Jakarta adalah pasien dari luar Jakarta.

Oleh karena itu, untuk keselamatan semua orang, Anies meminta kewaspadaan dan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan lebih ditingkatkan, termasuk dalam uji coba sekolah tatap muka yang saat ini mulai diberlakukan.

"Bila kita tak lakukan langkah pendisiplinan, angka ini akan naik terus dengan signifikan," kata Anies.

DKI Gelar PTM di 226 Sekolah di Jakarta dengan Durasi Empat jam

Sebelumnya diberitakan,Pemprov DKI Jakarta kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah pada Rabu (9/6/2021) sampai Sabtu (26/6/2021) mendatang.

Kali ini, sebanyak 226 sekolah mengikuti pembelajaran campuran (blended learning), yaitu 50 persen PTM dan 50 persen lagi belajar dari rumah melalui online.

Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan, jumlah satuan pendidikan yang mengikuti PTM kali ini lebih banyak dibanding pelaksanaan sebelumnya pada 7-29 April lalu. Saat itu jumlah sekolah yang menjadi percontohan (piloting) PTM mencapai 83 satuan pendidikan.

Baca juga: Pelaksanaan Pembelajaran Siswa di Masa PTM Tahap Hanya Tiga Sampai Empat Jam

Lantaran memiliki pengalaman, 83 sekolah itu kembali melaksanakan PTM kali ini. Jumlah itu ditambah dengan 143 sekolah yang telah melewati asesmen atau penilaian dari Kelompok Kerja (Pokja) PTM beberapa hari lalu, sehingga totalnya menjadi 226 sekolah.

“Otomatis (83 sekolah) ikut semua di luar 143 sekolah. Jadi total ada 226 sekolah ya,” kata Taga pada Selasa (8/6/2021) malam.

Taga menjelaskan, sebelumnya Pokja PTM telah melakukan pelatihan di 308 sekolah. Hasilnya, 143 sekolah dinyatakan lolos untuk mengikuti metode pembelajaran campuran, sementara sisanya secara penuh tetap belajar melalui online.

Sebanyak 226 sekolah yang lolos akan mengikuti pembelajaran campuran selama tiga hari setiap pekan. Untuk durasi kegiatannya juga dibatasi maksimal 4 jam.

“Metodenya masih menggunakan piloting yang kayak kemarin, jadi 50 persen belajar di sekolah dan 50 persen belajar di rumah. Untuk pelaksanaannya hari Senin, Rabu dan Jumat serta hanya 3-4 jam,” ungkapnya.

Baca juga: Dishub Kerahkan 75 Armada Bus Sekolah untuk Antar Jemput Siswa pada Uji Coba PTM Tahap 2 Ini Rutenya

Menurutnya, PTM kembali digelar karena belajar dari pengalaman piloting sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi, Disdik dan Dinkes DKI tak menemukan penyebaran Covid-19 dalam kegiatan piloting PTM di 83 sekolah.

Di sisi lain, banyak pelajar yang merasa rindu kembali berakvitas di sekolah bersama guru dan teman-temannya. “Kemudian kami menjalin koordinasi antar stakeholder dan semua guru juga dipastikan sudah divaksin dosis satu dan dua. Jadi, itu evaluasi kemarin dari kami,” ucapnya.

Apabila pelaksanaan PTM ini berhasil, kata dia, pemerintah akan kembali menggelar hal serupa pada 15 Juli mendatang. Namanya tak lagi uji coba PTM, tapi pembelajaran masa kenormalan baru.

“Secara filososofis sebenarnya untuk saat ini sama (piloting dengan uji coba) karena prosesnya sama. Cuma mungkin ini kan kami koordinasi bukan hanya dengan Pendidikan, tapi juga dengan sekolah, pelatihan pendidikan merdeka belajar, dan pelatihan intervensi siap belajar,” katanya.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani Dukung PTM karena Belajar Online Bikin Anak Jenuh di Rumah

Seperti diketahui, pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta yang sedianya digelar pada Senin (7/6/2021), terpaksa diundur selama dua hari. Dinas Pendidikan DKI Jakarta memutuskan, pelaksanaan PTM bakal dilaksanakan pada Rabu (9/6/2021).

Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengaku, baru mendapat informasi dari Ketua Kelompok Kerja (Pokja) asesmen pelaksanaan PTM terhadap 308 sekolah. Berdasarkan analisis dan telaah yang dilakukan Pokja, pelaksanaan PTM tahap kedua hendaknya diundur menjadi Rabu (9/6/2021).

Kata dia, Pokja membutuhkan waktu ekstra untuk mengevaluasi hasil pelatihan di sekolah tersebut. Hal ini mengingat, jumlah sekolah yang dinilai untuk mengikuti PTM cukup banyak mencapai 308 sekolah.

"Kemudian yang kedua, pada tanggal 7 itu juga kan bersamaan dengan pelaksanaan PPDB dimulai, sehingga para Kepala Seksi Dikdas (Pendidikan Dasar) dan Dikmen (Pendidikan Menengah) di 11 wilayah DKI  berharap tidak berbarengan dengan PPDB," kata Taga pada Jumat (4/6/2021).

Sementata itu Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana mengatakan selama piloting dan uji coba berlangsung, pembelajaran dilakukan secara terbatas. Untuk kegiatan tatap muka juga hanya dilakukan selama beberapa hari dalam sepekan untuk setiap jenjang pendidikan.

Baca juga: Jokowi Usul PTM Diikuti 25 Persen Pelajar, DKI: Kalau Memang Baik Kenapa Tidak

Setelah itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan diliburkan untuk disterilisasi. Sementara kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

“Untuk pembelajarannya pun kami prioritaskan dulu dengan materi-materi esensial yang memang membutuhkan tatap muka dengan durasi 3-4 jam,” ujar Nahdiana.

Dia melanjutkan, untuk jumlah peserta didik juga dibatasi dengan maksimal 50 persen dari daya tampung. Para pelajar di kelas juga dilakukan pengaturan jarak 1,5 meter setiap peserta didik.

Kemudian untuk satuan pendidik telah mengikuti pelatihan tentang blended learning, sehingga ketika sudah mulai pembelajaran mereka juga melayani secara virtual. “Jadi nanti ada anak yang belajar di sekolah, ada juga yang belajar dari rumah karena orangtuanya tidak mengizinkan, anak tetap di rumah dan mereka tatap kami layani,” katanya.

Baca juga: Kemendikbudristek Minta Peran Serta Masyarakat Awasi PTM Agar Tak Tercipta Klaster Sekolah

Piloting dan uji coba ini dilakukan secara bergantian dari jenjang kelas 4 SD sampai kelas 12 SMA. Sedangkan, jenjang PAUD, TK, kelas 1, 2 dan 3 tetap belajar di rumah melalui virtual.

Uji coba PTM ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi PTM sesungguhnya yang digelar pada Juli 2021 mendatang. Hal ini sebagaimana keputusan yang ditetapkan empat menteri RI melalui surat keputusan bersama (SKB), yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; Menteri Agama; Menteri Kesehatan; dan Menteri Dalam Negeri. (Antaranews/faf)


 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved