Breaking News:

Sekolah Tatap Muka

Anies: DKI Belum Ada Rencana Lebih Jauh Terkait PTM, Ini Penyebabnya

Pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta saat ini baru sebatas uji coba dan belum ada rencana yang lebih jauh lagi seperti membuka sekolah.

Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Gubernur DKI Anies Baswedan, Minggu (13/6/2021) mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta saat ini baru sebatas uji coba dan belum ada rencana yang lebih jauh lagi seperti membuka sekolah. Foto ilustrasi: Kegiatan uji coba belajar tatap muka tahap dua dilaksanakan di SDN Malaka Sari 13, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN LAMA -- Pascalibur Lebaran 2021 kasus Covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningkatan signifikan.

Untuk itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya menyiapkan ruang isolasi dan perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di DKI Jakarta juga berpengaruh pada kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) .

Video: Langgar Protokol Kesehatan, Kafe Dangdut di Pancoran Digerebek

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta saat ini baru sebatas uji coba dan belum ada rencana yang lebih jauh lagi seperti membuka sekolah.

"Belum ada rencana pembukaan sekolah lebih jauh, sekarang yang sedang berjalan uji coba," ujar Anies kepada wartawan saat ditemui dalam apel bersama Forkopimda di Lapangan Blok S, Minggu (13/6/2021) malam.

Menurut Anies, situasi pandemi Covid-19 di DKI Jakarta memasuki fase amat genting akibat libur lebaran.

Baca juga: Kadisdik Jabar Imbau PTM Digelar Seminggu Dua Kali Saja, Habis Belajar Sekolah Disemprot Disinfektan

Baca juga: Vaksinasi Guru Baru Capai 40 Persen, Padahal PTM Dimulai Bulan Depan

Dan beberapa hari terakhir ini, kondisinya menjadikan Jakarta sangat mengkhawatirkan.

Ia mengatakan, data terbaru dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta telai meningkat secara signifikan.

Pada 6 Juni, kasus baru perhari masih berkisar 7.000-an. Namun pada 12 Juni, kasus aktif telah meningkat dari 11.500 menjadi 17.400, atau naik 50 persen dalam seminggu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved