Breaking News:

Preman Tarumajaya Palak Sopir Truk Bermodus Jual Air Mineral Seharga Rp7000

Preman Tarumajaya Palak Sopir Truk Bermodus Jual Air Mineral Seharga Rp7000. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
ISTIMEWA
Penangkapan preman oleh Polres Metro Bekasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 6 orang preman yang melakukan pemalakan pada sopir-sopir kontainer di kawasan Marunda Center, di Jalan Marunda Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, diringkus polisi, Jumat (11/6/2021) lalu.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Andi Odang menjelaskan petugas kepolisian mengamankan tersangka berinisial UF, AAS, JP, RK, SB dan FN yang merupakan warga sekitar Kampung Turi Jaya.

"Selain mengamankan enam preman, kami juga mengamankan uang tunai Rp 39.500 berikur air mineral 2 kardus dari tangan mereka," ujar Andi saat dikonfirmasi, Sabtu (12/6/2021).

Penangkapan preman menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi melalui Kapolri untuk mengungkap kasus dugaan pungli di sekitar lokasi kawasan industri.

Baca juga: Lemahnya Kedisiplinan Warga Jakarta jadi Alasan Kasus Covid-19 Naik 2 Ribu per Hari

Unit Jatanras yang mendapatkan informasi langsung bergegas ke lokasi dan mengamankan 6 preman yang meminta sejumlah uang dari pengemudi truk kontainer saat hendak memasuki daerah wilayah kawasan industri tersebut.

Andi menjelaskan, modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tersebut dengan menjual air minum secara memaksa kepada sejumlah supir truck yang melintas dengan harga Rp7000. 

Namun, apabila pengemudi truk tidak membeli membeli, maka diwajibkan untuk membayar uang sebesar Rp3000 dengan dalih uang preman.

Aksi premanisme dilakukan secara terorganisir. Mereka bahkan membagu waktu menjadi beberapa shift dengan sistem operasi berganit orang 3 jam sekali.

Baca juga: Pengumuman SBMPTN 2021 Hari Senin Pukul 15.00 WIB, Hasil Seleksi Tidak Dibuka untuk Umum

"Hasil pemeriksaan sementara, diduga keras adanya pengendali atau aktor utama yang menggerakan pelaku tersebut, untuk itu petugas dilapangan masih menelusuri dan mencari kawanan preman lainya yang terlibat," tegasnya.

Saat ini, petugas masih melakukan pendalaman terhadap aktor utama yang memerintahkan mereka. Diharapkan masyarakat yang mengetahui praktik pungutan liar seperti itu untuk tetap melaporkan kepada Call Center Polres Metro Bekasi guna membantu memutus mata rantai pungutan liar yang sangat meresahkan pengemudi truk. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved