Breaking News:

Capres 2024

Hasil Survei, Elektabilitas Anies Baswedan dan AHY di Posisi Teratas Sebagai Capres

Dalam survei itu terungkap, sosok Anies Baswedan berada di posisi teratas dengan nilai 19,20 persen.

KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO
Ilustrasi -- Elektabilitas Anies Baswedan paling tinggi, disusul Agus Yudhoyono dalam pencalonan presiden Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/5/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Elektabilitas Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berada di urutan tertinggi.

Hal ini berdasarkan survei lembaga analis dan konsultan publik, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA).

Dalam survei itu terungkap, sosok Anies Baswedan berada di posisi teratas dengan nilai 19,20 persen.

Posisi itu disusul AHY yang mendapatkan nilai 15,51 persen.

Ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono mengaku tidak terlena dengan hasil yang ada.

Baca juga: Agus Yudhoyono Sebut Salah Satu Pelaku Kudeta Partai Demokrat Pernah Terlibat Korupsi

Kata dia, DPD PD DKI Jakarta tetap mawas diri atas kekurangan yang ada.

Bahkan, PD akan tetap menjalankan program secara konsisten dan terukur dengan berkoalisi bersama rakyat.

“Menyikapi hasil survei, saya sebagai kader utama Partai Demokrat Jakarta bersyukur melihat hasilnya. Namun, kami tidak terlena dengan hasil yang ada dan tetap mawas diri atas kekurangan yang ada,” kata Mujiyono berdasarkan keterangannya pada Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Popularitas Ganjar di Atas Puan Maharani di Survei Bukan Kemauan Sang Gubernur, Ini Solusinya

Menurutnya, PD akan tetap konsisten bekerja secara terukur untuk kemashalatan bangsa Indonesia, hal ini sesuai tagline #DemokratBerkoalisiDenganRakyat.

Kata dia, PD DKI Jakarta akan terus bekerja secara konkret untuk membantu membantu rakyat di masa pandemi Covid-19.

Sementara Direktur Eksekutif CISA, Herry Mendrofa meluncurkan hasil Surveinya yang bertajuk Potret Kondisi Sosial dan Konfigurasi Politik tahun 2024.

Dalam survei yang dimulai sejak tanggal 27 Mei - 1 Juni 2021 dan menyasar 1.600 responden di 34 Provinsi ini menempatkan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono dalam posisi teratas.

Menurutnya, masyarakat cukup antusias memberikan pilihan kepada beberapa tokoh yang berpotensi maju sebagai kandidat Presiden jika Pemilihan Presiden (Pilpres) dilakukan hari ini.

Meski berada di urutan nomor dua, namun posisi AHY ditempel ketat oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mendapatkan 15,33 persen.

Tidak hanya itu, sosok Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga muncul dalam survei itu.

Untuk Prabowo mendapatkan 10,26 persen, sedangkan Erick Thohir 9,76 persen dan Ridwan Kamil 7,55 persen. 

Wacana Airlangga-Anies Muncul Setelah Puan-Anies untuk Capres 2024

Popularitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai dilirik untuk disandingkan menjadi pasangan Capres 2024.

Setelah disandingkan dengan politisi PDIP Puan Maharani menjadi Puan-Anies, kini muncul wacana Airlangga-Anies.

Juga Puan Maharani Ketua DPP PDIP dan Anak Ketum Megawati, Airlangga Hartarto adalah Ketua Umum Partai Golkar.

Baca juga: Megawati yang Tentukan Ganjar Pranowo vs Puan Maharani untuk Capres 2024, Instingnya Dikenal Tajam

Baca juga: Hasil Survei Puspoll: Elektabilitas Prabowo Subianto Kalahkan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo

Anies sendiri bukan kader Parpol mana pun, namun namanya selalu masuk 3 besar capres 2024 berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei.

Dalam bursa calon presiden 2024, nama Anies Baswedan sering menjadi pemberitaan dibandingkan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartanto.

Situasi ini terjadi karena banyak lembaga survei yang hanya fokus pada popularitas dan elektabilitas masing-masing kandidat bukan pada jaringan juga kekuatan politik riil di lapangan.

Direktur Eksekutif Navigator Politik Muhammad Gusti menilai, selain popularitas seharusnya para peneliti di bidang politik menggali sejarah kekuatan-kekuatan mesin politik dari semua kandidat.

Baca juga: Jesse Lingard Dijanjikan Starter Lawan Austria Meski Tersingkir dari 26 Pemain Timnas Inggris

“Popularitas bukan penentu kemenangan utama, sejarah politik kita membuktikan bahwa kekuatan partai yang selalu jadi penentunya," kata Muhammad Gusti dalam keterangannya, Selasa (1/6/2021).

"Hari ini, sosok sekaliber Airlangga Hartanto dengan Partai Golkar bisa jadi aggregator elit-elit politik dan bisnis baik di tingkat nasional hingga lokal untuk memenangkan Pilpres tahun 2024,"

Jika Airlangga membuka peluang untuk bersanding dengan Anies, menurut Gusti, keduanya memiliki kekuatan politik secara struktural dan kultural untuk membangun bangsa.

Baca juga: Kisah Real Madrid Tunjuk Kembali Carlo Ancelotti Sebagai Pelatih, Padahal Bukan Plan A dan Plan B

Gusti pun yakin, kolaborasi Airlangga dan Anies di Pilpres 2024 dapat menjadi simpul dari seluruh kepentingan juga kekuatan politik untuk mensejahterakan negara dan membahagiakan bangsa.

“Airlangga secara struktural dapat mengorkestrasi aktor-aktor ekonomi politik, elit lokal dan melobi partai politik lainnya, sedangkan Anies mampu secara kultural memobilisasi agen-agen sosial budaya, generasi muda dan jaringan intelektual publik," jelas Gusti.

Puan Maharani-Anies Baswedan

Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, munculnya sejumlah nama-nama tokoh yang dipasangkan sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Preisden (Pilpres) 2024 dilakukan untuk mengetahui reaksi publik.

Suasna usai pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-undang. Ketua DPR Puan Maharani diantara Airlangga Hartarto dan Sri Mulyani yang menwakili pemerintah, juga tampak Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin yang memimpin rapat pengesahan.
Suasna usai pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-undang. Ketua DPR Puan Maharani diantara Airlangga Hartarto dan Sri Mulyani yang menwakili pemerintah, juga tampak Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin yang memimpin rapat pengesahan. (KompasTV)

Salah satunya adalah nama Ketua DPR Puan Maharani yang dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diusulkan oleh politisi PDI-P Effendi Simbolon.

Baca juga: Tinggi Muka Air Pos Pantau Pasar Ikan Rabu 2 Juni 2021 Pukul 04.00 Status Siaga 2

"PPP melihat mulai munculnya nama-nama yang dipasangkan sebagai bacapres-bacawapres untuk Pilpres 2024 oleh sejumlah pihak atau kader sebagai bentuk test the water di ruang publik, termasuk yg disampaikan Bung Effendi Simbolon," kata Arsul kepada Kompas.com, Selasa (1/6/2021).

Arsul mengatakan, munculnya nama-nama tokoh yang digadang-gadang untuk Pilpres 2024 dilihatnya sebagai sebuah kewajaran dalam demokrasi.

Hanya saja, kata dia, dari usulan dipasangkannya Puan dan Anies, yang menarik adalah tidak ditinggalkannya formula nasionalis-agamis atau agamis-nasionalis.

"Bagi PPP, terlepas dari siapapun sosok bacapres dan bacawapresnya, namun formula ini tetap relevan sebagai bagian dari ikhtiar kami menjaga kerekatan kebangsaan," kata dia.

Baca juga: Begini Nasib 75 Pegawai KPK yang Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Terutama di tengah meningkatnya politik identitas yang dikembangkan baik berbasis ideologi sekuler maupun keagamaan.

Bahkan, kata dia, partai-partai Islam atau berbasis umat Islam lainnya pun diyakininya masih akan memegang formula yang dimaksud untuk Pilpres 2024 nanti.

Meski demikian, Arsul memastikan bahwa posisi PPP saat ini lebih menitikberatkan pada pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2024, termasuk Pilpres agar bisa berjalan lebih baik.

Baca juga: Pegawai KPK Tak Lulus TWK Datangi PGI Dinilai Keliru, Seharusnya Datangi MA

Sebab, kata dia, pengalaman Pemilu 2014 dan 2019, dinilainya, sangat mengurangi nilai dan makna demokrasi. Bahkan hingga mendegradasi nilai-nilai Pancasila yang seharusnya ditegakkan.

"Jadi kalau soal sosok-sosok bacapres dan bacawapres belum menjadi atensi khusus," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, politisi PDI-P Effendi Simbolon mengusulkan wacana pencapresan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurut Effendi, Puan cocok sebagai calon presiden 2024 dan Anies sebagai wakil presiden 2024.

Baca juga: Manajemen Liverpool Terbuka Untuk Menjual Takumi Minamino yang Saat Ini Dipinjamkan ke Southampton

Usulan itu terungkap di tengah merebaknya isu bahwa Puan akan diduetkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Saya punya usul, saya bilang, Mbak Puan itu dipasangkannya harus sama Anies. Jangan lagi Prabowo. Jadi Puan capres, Anies cawapres," kata Effendi dalam diskusi virtual medcom.id bertajuk "Puan Iri Hati atau Ganjar Tak Tahu Diri?" Minggu (30/5/2021).

Effendi menilai, usulan tersebut merupakan rekonsiliasi nasionalis dan religius. Adapun PPP merupakan salah satu partai koalisi PDI-P pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Duet Airlangga-Anies di Pilpres 2024 Diyakini Jadi Kekuatan Politik Struktural-Kultural Bangsa, 
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved