Breaking News:

Berita Jakarta

Ditlantas Polda Metro Jaya Berikan Empat Rekomendasi Lalu Lintas di Jakarta saat Pandemi Covid-19

Ditlantas Polda Metro Jaya Berikan Empat Rekomendasi Lalu Lintas di Jakarta saat Pandemi Covid-19. Berikut Selengkapnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
NTMC Polri
Ilustrasi Rekayasa Lalu Lintas di DKI Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberikan empat rekomendasi mengenai lalu lintas di Jakarta selama kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Rekomendasi ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Rusdy Pramana merinci, rekomendasi pertama adalah perlu adanya kesiapan armada bus Transjakarta dan angkutan lainnya untuk melayani para penumpang.

Seperti diketahui, selama PPKM mikro berlangsung, perusahaan non esensial diizinkan mempekerjakan karyawan di kantor maksimal 50 persen, sedangkan 50 persen bekerja di rumah.

Kemudian pusat perbelanjaan seperti mal dan tempat wisata kembali dibuka dengan pembatasan jumlah pengunjung.

“Rekomendasi kedua, perlu adanya tindakan hukum administratif, lalu dioptimalkan bagi pelanggar batas maksimal penumpang angkutan umum,” kata Rusdy saat diskusi virtual dengan tema Pemberlakuan Kembali Ganjil Genap pada Rabu (2/6/2021).

Kata Rusdy, pemberian sanksi ini mengacu pada pasal 11 Pergub Nomor 79 tahun 2020.

Kemudian rekomendasi ketiga, perlunya pengaturan waktu operasional tempat kerja, pusat perbelanjaan dan pusat kegiatan lainnya, sehingga tidak menimbulkan kepadatan di jalan raya secara bersamaan.

Baca juga: Bukan Hanya Tanpa IMB, Kepala UPPTSP Jaksel Beberkan Sejumlah Pelanggaran Gedung Tinggi di Fatmawati

Baca juga: Tabrak Aturan, IMB Gedung Lima Lantai Bakal Hotel di Fatmawati Dipastikan Tak Akan Terbit

“Keempat yaitu pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap yang diberlakukan secara bertahap. Ini diprioritaskan pada ruas jalan dengan tingkat kemacetan arus lalu lintas yang cukup padat, dan tentunya sarana dan prasarana angkutan umum yang memadai,” ungkap Rudy.

Sementara itu Pengamat Tata Kota dan Lingkungan Nirwono Joga menilai, pelaksanaan PPKM mikro harus lebih ketat bila Jakarta masih dilanda pandemi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved