Berita Nasional
Perkuat Layanan, Perpustakaan Nasional RI Jalin Kerja Sama dengan Perpusnas Republik Islam Iran
Perpusnas RI bekerja sama dengan dengan Perpustakaan dan Arsip Nasional Republik Islam Iran untuk memperkuat layanan perpustakaan.
Penulis: Ign Agung Nugroho |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Guna memperkuat layanan perpustakaan, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI kembali menjalin kerja sama dengan Perpustakaan dan Arsip Nasional Republik Islam Iran.
Jalinan kerja sama disahkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dengan Kepala Perpustakaan dan Arsip Nasional Republik Islam Iran, Ashraf Boroujerdi secara virtual pada Senin (31/5/2021).
Dalam kerjasama itu, ada lima ruang lingkup yang disepakati, yakni:
- Pertukaran informasi dan pengalaman dalam bidang perpustakaan dan informasi;
- Pertukaran dan kunjungan para ahli;
- Layanan dan sumber daya perpustakaan seperti bertukar daftar bahan perpustakaan dan bahan perpustakaan;
- Pelatihan, lokakarya, pameran, seminar dan konferensi antarperpustakaan; dan
- Kolaborasi dalam penelitian.
Baca juga: Perpusnas Gelar Workshop Konservasi Bahan Perpustakaan dan Naskah Kuno
Baca juga: Perpustakaan di Kemenkes Diharapkan Bisa Memberikan Informasi dan Edukasi Keseharan pada Masyarakat
MoU direncanakan berlaku selama tiga tahun mendatang.
Sebelumnya, Perpusnas menjalin MoU dengan Perpustakaan Nasional Iran pada 2015.
"Kerja sama melalui penandatanganan MoU dilakukan untuk memperkuat layanan perpustakaan. Saat ini, tercatat ada 63 judul buku tercetak mengenai Iran yang tersedia di layanan koleksi mancanegara di Perpusnas," kata Syarif Bando.
Selain itu, kerjasama ini sekaligus untuk memastikan fungsi masing-masing lembaga dapat berkontribusi secara signifikan melalui layanan informasi yang dimiliki.
Baca juga: Tingkatkan Literasi di Daerah, Kepala Perpustakaan Nasional Kukuhkan Bunda Baca Nagekeo
"Hal ini untuk pembangunan nasional dan perkembangan sosial budaya masyarakat, termasuk mendukung edukasi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, agama, dan kebudayaan kedua negara," katanya.
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran sudah berlangsung selama 70 tahun terakhir.
Selama tujuh dekade, kerja sama di berbagai bidang dibangun menggunakan kemampuan satu sama lain untuk mencapai kepentingan bersama.
Syarif Bando pun berharap kedua institusi dapat segera menindaklanjuti sejumlah ruang lingkup MoU yang sudah ditandatangani.
Baca juga: Perpustakaan Dampingi Masyarakat Desa Bangkitkan Ekonomi selama Pandemi
Dan kegiatan dalam waktu dekat agar bisa direalisasikan adalah Perpustakaan Nasional Iran menyelenggarakan pameran di Perpusnas.
“Karena itu pada kesempatan yang baik ini kami mengundang Perpustakaan Nasional Iran untuk melakukan pameran di Perpustakaan Nasional. Sebagaimana kebijakan kami setiap bulan mengundang negara-negara sahabat yang secara resmi ada hubungan diplomatik untuk melakukan pameran bersama di Perpustakaan Nasional," katanya.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Iran Ashraf Boroujerdi menjelaskan penandatanganan MoU merupakan momentum penting untuk perluasan hubungan budaya antara Iran dan Indonesia.
Baca juga: Partai Demokrat Diminta Jangan Takabur, Boni Hargens Sebut Kubu Moeldoko Perpustakaan Hidup
"Kami tertarik untuk bekerja sama di bidang penelitian dengan fokus pada studi Iran dan Islam yang dilakukan dengan mengumpulkan karya dan penelitian dari para pemikir dan peneliti Indonesia agar nantinya bisa bertukar pikiran," kata Ashraf Boroujerdi.
Selain itu juga, kerja sama ini dapat meningkatkan hubungan dan berbagai pertukaran antara kedua negara di bidang pertukaran para ahli dan melaksanakan kerja sama bilateral khususnya di bidang manuskrip atau naskah-naskah kuno dan pelatihan serta pengembangan pengetahuan antara para pustakawan dua negara.
"Saya berharap pertukaran pengalaman, data, dan peningkatan hubungan antara Perpustakaan Nasional Indonesia dan Perpustakaan Nasional Iran dapat meningkatkan pemahaman pengunjung kedua perpustakaan mengenai budaya, sastra, perabadan, kepercayaan, dan nilai-nilai masyarakat dari kedua negara," katanya.
Baca juga: Perpustakaan adalah Rumah bagi Mahasiswa dan Harus Kreatif Lahirkan Kebutuhan Bahan Bacaan
Sedangkan menurut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Islam Iran merangkap Republik Turkmenistan Ronny Prasetyo Yuliantoro, pihaknya menyambut baik pembaruan dokumen kerja sama di bidang perpustakaan antara Perpusnas Indonesia dengan Perpustakaan Nasional Iran.
“Diharapkan dua lembaga ini dapat menjadi jembatan bagi terbentuknya komunitas dalam masyarakat yang mencintai kegiatan membaca dan perpustakaan, khususnya bagi generasi muda masing-masing," kata Ronny Prasetyo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/perpus-iran.jpg)