Perpustakaan

Perpustakaan adalah Rumah bagi Mahasiswa dan Harus Kreatif Lahirkan Kebutuhan Bahan Bacaan

Perguruan tinggi salah sektor yang diharapkan bisa berkontribusi lebih dalam penguatan indeks literasi masyarakat.

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Valentino Verry
Perpustakaan adalah Rumah bagi Mahasiswa dan Harus Kreatif Lahirkan Kebutuhan Bahan Bacaan
Warta Kota/ign agung nugroho
Webinar bertajuk 'Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta dalam Mendukung Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat', di Jakarta, Rabu (10/3/3021).

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perguruan tinggi salah sektor yang diharapkan bisa berkontribusi lebih dalam penguatan indeks literasi masyarakat.

Pasalnya, perguruan tinggi hanya tidak sekedar mencetak sarjana tetapi, perguruan tinggi, wajib dimaknai bahwa perpustakaan adalah rumah mahasiswa di mana mahasiswa memiliki ilmu pengetahuan, tidak hanya gelar.

"Perpustakaan adalah tempat penulis, peneliti dan melahirkan intelektual kampus," kata Kepala Perpustakaan Nasional RI, Syarif Bando saat Webinar bertajuk 'Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta dalam Mendukung Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat', di Jakarta, Rabu (10/3/3021). 

Lebih lanjut ia mengatakan, aktivitas perguruan tinggi potensial menghasilkan banyak buku.

Maka, tidak salah jika ingin mencari ilmu pengetahuan, kampus menjadi tujuan. 

"Perguruan tinggi harus lebih banyak menelurkan kreativitas agar kebutuhan bahan bacaan sampai hingga ke pedesaan," katanya. 

Syarif Bando menambahkan, jangan selalu mengeluh tentang rendahnya budaya baca tetapi tidak mengaitkan dengan rasio buku di masyarakat, sudah memadai atau belum.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan, Perpusnas Berikan DAK Rp25 Miliar untuk Sumbar

Baca juga: VIDEO Pameran Lukisan Bertema Suku Baduy Karya Jenny Mahastuti di Gedung Perpustakaan Nasional RI

Baca juga: Perpustakaan Nasional Dukung Penelusuran Sejarah Bangka Belitung

"Perpustakaan adalah unsur penting yang dibangun perguruan tinggi maka sejumlah syarat akreditasi juga mesti diperhatikan. Tidak hanya dirancang lebih menarik dibanding kafe atau mall," ujarnya.

Rektor Universitas Islam Makassar Majdah Muhyiddin Zain mengatakan, aspek SDM diposisikan lebih tinggi di perguruan tinggi. Rektor berjanji akan menempatkan SDM perguruan tinggi sebagai jantung.

"Dengan menempatkan atmosfer akademik yang baik, perpustakaan dapat menjadi salah satu alasan masuk kampus," kata Muhyiddin Zain.

Akreditasi perpustakaan akhir-akhir ini menjadi elemen penting dalam proses belajar di perguruan tinggi. 

Apalagi kini merupakan satu syarat pengusulan kenaikan status perguruan tinggi dan pengusulan jurusan dan prodi baru.  

"Tujuan akreditasi adalah meningkatkan kepercayaan pemustaka terhadap kinerja perpustakaan," kata Muhyiddin Zain.

Menurut Direktur Standarisasi dan Akreditasi Perpustakaan Perpusnas Supriyanto, cakupan perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan universitas, institut, sekolah tinggi dan politeknik. 

Baca juga: Dukung PPKM, Perpustakaan Nasional Tutup Sementara Semua Layanan Onsite dan Layani via Online

Baca juga: VIDEO Begini Suasana di Perpustakaan Nasional RI Setelah Dibuka Kembali untuk Publik

Baca juga: DPRD Kota Bogor Akan Terbitkan Perda Penyelenggaraan Perpustakaan

Saat ini jumlah perpustakaan perguruan tinggi yang akan diakreditasi sebanyak 1500 perpustakaan. 

Namun, untuk perpustakaan perguruan tinggi yang terakreditasi A baru berjumlah 14 perpustakaan.

"Ada sejumlah permasalahan umum kenapa baru sedikit yang terakreditasi, diantaranya belum maksimalnya kebijakan K/L yang mewajibkan perpustakaan dilakukan akreditasi sehingga komponen perpustakaan belum dimaksimalkan sebagai indikator perpustakaan perguruan tinggi," kata Supriyanto.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved