Breaking News:

Literasi

Perpusnas Gelar Workshop Konservasi Bahan Perpustakaan dan Naskah Kuno

Perpustakaan nasional sebagai pembina di bidang pelestarian bahan perpustakaan perlu melakukan kegiatan pelestarian kandungan

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofy Sofiana 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Salah satu fungsi Perpustakaan Nasional adalah sebagai pusat pelestarian koleksi perpustakaan.

Atas dasar tersebut Perpustakaan nasional sebagai pembina di bidang pelestarian bahan perpustakaan perlu melakukan kegiatan pelestarian kandungan atau isi informasi bahan perpustakaan melalui kegiatan alih media.

Baca juga: Di Tengah Wabah Corona dan Anjuran Tetap di Rumah Pengguna Layanan Digital Perpusnas Naik 130 Persen

Dan sebagai upaya meningkatkan pemahaman pentingnya pelestarian dokumen sejarah dan peradaban bangsa, Pusat Preservasi Perpustakaan Nasional Kembali menghadirkan webinar dan workshop Konservasi Bahan Perpustakaan dan Naskah Kuno yang digelar secara daring pada (28/4).

Kegiatan webinar dan workshop ini merupakan rangkaian seminar Pelestarian Bahan Perpustakaan dan Naskah Kuno “Pentingnya Pelestarian Dokumenter Sejarah Peradaban Bangsa” yang sebelumnya digelar pekan lalu.

Baca juga: Literasi Mampu Ciptakan Manusia yang Berdaya Saing

Selain menghadirkan narasumber yang ahli dalam alih media digital dalam sesi panel diantaranya Novi Murdiyanti Subkoordinator Mikrofilm dan Digital Perpustakaan Perpusnas, Muhammad Nida Fadlan Data Manager DREAM SEA, dan Yogi Hartono Digital Aset Manager Cable Network News CNN Indonesia, Pusat Preservasi Perpusnas juga menyelenggarakan workshop pelestarian fisik dan pelestarian informasi bahan pustaka secara daring yang dipandu para pengalih media yang bertugas di Laboratorium Pusat Preservasi dan Alih Media Bahan Pustaka Perpusnas.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofy Sofiana yang menyebutkan bahwa pelestarian koleksi memegang peranan penting terutama bagi koleksi yang memiliki nilai historis tinggi, hanya satu-satunya, dan terancam rusak atau punah, serta kemungkinan hilang kandungan informasinya.

Baca juga: Penghematan Anggaran Tak Pengaruhi Capaian Target Program Perpusnas

“Alih media media dapat diartikan sebagai penyelamatan kandungan atau isi informasi dari sebuah koleksi ke dalam bentuk lainnya atau dalam bentuk digital baik yang dimiliki oleh masyarakat maupun individu atau perorangan bahkan juga dimiliki oleh institusi,” terangnya.

Dengan merawat dan melindungi bahan perpustakaan, selain untuk melindungi pengetahuan didalamnya, juga memastikan para pemustaka dapat memanfaatkannya dengan nyaman.

Ofy juga menyampaikan Perpustakaan Nasional mengajak seluruh elemen masyarakat melestarikan koleksi yang sudah langka dan memiliki nilai sejarah dalam rangka melestarikan budaya bangsa.

“Webinar kali ini adalah sekaligus mensosialisasikan pedoman alih media naskah kuno sebagai pembekalan pengetahuan praktis dalam melakukan alih media secara mudah dengan sumber daya yang tersedia. Harapan kami agar masyarakat semakin peduli dengan keberadaan naskah kuno sekaligus dapat merawatnya dengan baik,” imbuh Ofy.

Baca juga: Rasio Buku dan Jumlah Penduduk Rendah, Literasi Harus Ditransformasikan melalui Kegiatan Produktif

Bahan perpustakaan merupakan salah sumber pengetahuan menuju masyarakat dengan peradaban tinggi.

Informasi di dalamnya bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan, mengembangkan teknologi, refleksi perjuangan kehidupan bangsa menuju Indonesia adil makmur dan sejahtera.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved