Selasa, 9 Juni 2026

Pendidikan

Sekolah MA Insan Cendekia Nusantara Resmi Dibuka, Siap Lahirkan SDM Unggul

Sekolah berkonsep International Islamic Boarding School ini menggabungkan pendidikan Islam, karakter, dan wawasan global.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
PERESMIAN SEKOLAH - (kiri-kanan) Muhammad Yusuf Ateh, Hashim Djojohadikusumo, Ketua Pembina Yayasan Endan Andansih Muhammad Yusuf Ateh, Sjafrie Sjamsoeddin dan Nasaruddin Umar usai peresmian Madrasah Aliyah (MA) Insan Cendekia Nusantara di Purwakarta, Jawa Barat pada Sabtu (6/6/2026). Sekolah berkonsep International Islamic Boarding School ini diharapkan mencetak generasi berakhlak, berprestasi, dan berdaya saing global. 

Ringkasan Berita:
  • MA Insan Cendekia Nusantara resmi berdiri di Purwakarta, Jawa Barat, sebagai sekolah berkonsep International Islamic Boarding School.
  • Sekolah yang dibangun di atas tanah wakaf ini mengintegrasikan pendidikan akademik, pembinaan karakter, dan nilai-nilai keislaman.
  • Dikelola secara non-profit, sekolah tersebut diharapkan mampu mencetak generasi berakhlak, berprestasi, dan memiliki daya saing global tanpa meninggalkan budaya bangsa.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Madrasah Aliyah (MA) Insan Cendekia Nusantara resmi hadir di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sebagai sekolah berkonsep International Islamic Boarding School, Sabtu (6/6/2026).

Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi alternatif pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, penguatan karakter, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Peresmian MA Insan Cendekia Nusantara dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Muhammad Yusuf Ateh, Hashim Djojohadikusumo, Syafrie Sjamsuddin, Nasaruddin Umar, dan Erick Thohir.

Ketua Pembina Yayasan Endan Andansih, Muhammad Yusuf Ateh, mengatakan pendirian MA Insan Cendekia Nusantara merupakan bagian dari upaya yayasan untuk berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

"Sekolah ini merupakan bagian dari kompleks Masjid Endan Andansih yang telah lebih dahulu dibangun. Seluruh fasilitas berdiri di atas tanah wakaf. Karena itu, sekolah ini bukan milik perseorangan, melainkan milik umat dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat," ujar Ateh.

Baca juga: Purbaya Langsung Lemas Saat Prabowo Ingin Defisit APBN Nol 

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan pendidikan agar semakin banyak anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan terbaik.

Menurutnya, pendidikan yang berkualitas akan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

"Kami berharap sekolah ini menjadi tempat lahirnya generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan memiliki wawasan global," katanya.

Ateh menegaskan MA Insan Cendekia Nusantara dikelola sebagai lembaga pendidikan non-profit dan non-komersial sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

"Dukungan yang diberikan bukan untuk memperoleh keuntungan materi, melainkan investasi dalam pendidikan dan kebaikan yang insya Allah menjadi amal jariyah dengan manfaat yang terus mengalir," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Endan Andansih, Endang Usman, mengatakan MA Insan Cendekia Nusantara dirancang sebagai sekolah berasrama yang memadukan pendidikan akademik, pembinaan karakter, dan pendidikan keagamaan dalam lingkungan belajar yang kondusif.

Sekolah ini mengusung motto "Berakhlak Islami, Berbudaya Nusantara, Berdaya Saing Global".

Menurut Endang, konsep tersebut diharapkan mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan budaya bangsa.

"Kami ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang mampu mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global," tandasnya. (m26)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved