Penjelasan Buya Yahya Kapan Kita Ungkapkan Kata Masya Allah dan Subhanallah yang Benar,

Kapan sebaiknya kita memakai ungkapan Masya Allah dan Subhanallah? Berikut penjelasan Buya Yahya

Youtube Buya Yahya
Kapan kita bisa mengucapkan masya allah dan subhanallah, jangan sampai keliru tahu dulu artinya. Inilah penjelasan dari Buya Yahya 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Dalam Islam, seorang muslim pasti pernah mengucapkan kata Masya Allah dan Subhanallah. 

Keduanya merupakan kata yang penuh makna dan tidak boleh sembarangan atau sampai salah dalam penempatan di setiap pengucapannya.

Lalu kapan seorang muslim mengucapkan Masya Allah dan kapan mengucapkan Subhanallah? 

Dikutip dari Muslim.or.id, Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan, "Disyariatkan bagi orang mukmin ketika melihat sesuatu yang membuatnya takjub hendaknya ia mengucapkan 'Masya Allah' atau 'Baarakallahu Fiik' atau juga 'Allahumma Baarik Fiihi' sebagaimana firman Allah Ta'ala:

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Allah berfirman di surat al-Kahfi,

وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (QS. al-Kahfi: 39)

Baca juga: CARA Penulisan HUT RI yang Benar serta Apa Perbedaan Dirgahayu dan HUT, Ini Penjelasan Badan Bahasa

Ayat ini dijadikan dalil sebagian ulama terkait kapan kita diajurkan mengucapkan masyaa allah.

Dalam ayat ini, orang mukmin menasehatkan kepada temannya pemilik kebun yang kafir, agar ketika masuk kebunnya dia mengucapkan, “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah” sehingga kebunnya tidak tertimpa hal yang tidak diinginkan.

Ketika menjelaskan ayat ini, Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,

وينبغي للإنسان إذا أعجبه شيء من ماله أن يقول: “ما شاء الله لا قوة إلَّا بالله” حتى يفوض الأمر إلى الله لا إلى حوله وقوته، وقد جاء في الأثر أن من قال ذلك في شيء يعجبه من ماله فإنه لن يرى فيه مكروهاً

Selayaknya bagi seseorang, ketika dia merasa kagum dengan hartanya, agar dia mengucapkan, “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah” sehingga dia kembalikan segala urusannya kepada  Allah, bukan kepada kemampuannya.

Dan terdapat riwayat, bahwa orang yang membaca itu ketika merasa heran dengan apa yang dimilikinya, maka dia tidak akan melihat sesuatu yang tidak dia sukai menimpa hartanya. (Tafsir Surat al-Kahfi, ayat: 39).

Baca juga: Inilah Shalat Sunnah Utama Dikerjakan Rasulullah Setiap Hari, Pahalanya Sama dengan Wajib

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved