Kamis, 14 Mei 2026

Usut Kebocoran Data 279 Juta Peserta BPJS Kesehatan, Bareskrim Gandeng BSSN

Rusdi menuturkan, kasus kebocoran 279 juta data penduduk itu diduga merupakan data yang berasal dari peserta data BPJS Kesehatan.

Tayang:
Istimewa
279 juta data penduduk Indonesia milik BPJS Kesehatan diduga bocor di internet. 

"Sampai saat ini kami masih penyelidikan."

"Kami menyampaikan dari kapasitas ahli," terangnya.

Dia mengaku enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai kasus tersebut, termasuk perihal dugaan adanya kelalaian dari pihak BPJS Kesehatan.

Baca juga: BKN Ungkap Ada 97.000 Data ASN Misterius, Gaji dan Pensiun Dibayar tapi Orangnya Tidak Ada

"Kami sepakat tidak akan sampaikan itu dulu," ucapnya.

Ferdinand menambahkan, BSSN masih menunggu hasil penyelidikan yang tengah dilakukan Polri.

"Kami tidak berani ngomong karena sementara kami sepakat dengan adanya investigasi dulu," cetusnya.

Baca juga: Firli Bahuri Pernah Minta BAP Wali Kota Tanjungbalai, Ini Penjelasan KPK

Sementara, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti tidak menghadiri pemeriksaan Bareskrim Polri terkait dugaan kebocoran 279 juta data penduduk Indonesia, Senin (24/5/2021).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, Ali Ghufron diwakili oleh pejabat BPJS Kesehatan yang berkaitan dengan operasional teknologi di perusahaan plat merah tersebut.

"Pada hari ini, meminta klarifikasi dari pejabat BPJS Kesehatan."

Baca juga: Risma Ungkap Kacaunya Data Penerima Bansos, Ada yang Bernama THR Hingga Lahir Tahun 2060

"Dalam hal ini yang menangani operasional daripada teknologi informasi di BPJS Kesehatan," kata Rusdi di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (24/5/2021).

Ia menyampaikan, pemeriksaan kali ini untuk mengetahui sistem informasi manajemen di BPJS Kesehatan. Termasuk, dengan keamanan sistem aplikasi-aplikasi buatan BPJS Kesehatan.

"Tentunya Polri perlu mengetahui bagaimana sistem informasi manajemen kepesertaan daripada BPJS Kesehatan, kemudian juga aplikasi-aplikasi apa saja yang ada di sana."

Baca juga: Kerap Unggul di Survei Capres, Tri Rismaharini: Aku Enggak Punya Duit dan Enggak Kepengin

"Ini juga jadi bagian dari penyidik nanti untuk menindaklanjuti," jelasnya.

Rusdi menambahkan, pemeriksaan terhadap pejabat BPJS kesehatan itu juga masih berjalan.

"Klarifikasi sudah dimulai sejak 10.30 WIB dan sekarang masih berjalan."

Baca juga: Tertular dari ABK yang Rutin Angkut Gula dari India, 42 Nakes RSUD Cilacap Positif Covid-19

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved