Firli Bahuri Pernah Minta BAP Wali Kota Tanjungbalai, Ini Penjelasan KPK

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengklarifikasi maksud Firli yang meminta BAP penanganan perkara dugaan suap pengurusan kasus di Pemkot Tanjungbalai.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Ketua KPK Firli Bahuri disebut pernah meminta berita acara pemeriksaan (BAP) Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penjelasan mengenai dugaan Ketua KPK Firli Bahuri yang meminta berita acara pemeriksaan (BAP) Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Permintaan BAP ini diduga ada maksud lain, karena ditengarai dalam penanganan kasus suap Pemerintah Kota Tanjungbalai menyeret Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

Lili yang merupakan mantan pimpinan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), diduga sempat mengubungi Syahrial membicarakan penanganan perkara.

Baca juga: Dua Pimpinan KPK Disebut Berpihak kepada 75 Pegawai Tak Lolos TWK, 2 Ngotot, 1 Menghilang

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengklarifikasi maksud Firli yang meminta BAP penanganan perkara dugaan suap pengurusan kasus di Pemkot Tanjungbalai.

Juru bicara berlatar belakang jaksa tersebut mengklaim, permintaan BAP ini merupakan hal yang wajar.

"Berita acara hasil ekspose ini diminta oleh semua pimpinan, dan tidak hanya atas permintaan Ketua KPK."

Baca juga: 279 Juta Data Penduduk Bocor di Internet, Bareskrim Segera Panggil Dirut BPJS Kesehatan

"Berita acara hasil ekspose yang diminta pimpinan berisi notulen rapat proses penanganan perkara oleh pimpinan terdahulu saat itu," ujar Ali lewat keterangan tertulis, Senin (24/5/2021).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini lantas melempar kepada sekretaris ketua KPK.

Menurut Ali, ada kekeliruan pemahaman antara sekretaris ketua KPK, saat meminta berita acara ekspose kepada kepala satuan tugas (kasatgas) penyidikan yang menangani perkara dimaksud.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Tidak Boleh Digunakan Orang di Bawah Umur 30 Tahun, Ini Alasannya

Kemudian, kasatgas mengirimkan e-mail kepada direktur penyidikan yang berisi BAP perkara.

"Oleh karena yang diminta berita acara ekspose, maka e-mail tersebut diabaikan," jelas Ali.

Ali menegaskan, sekretaris ketua melalui sekretariat penyidikan, kemudian meminta berita acara ekspose pimpinan terdahulu, kepada Kasatgas penyelidikan.

Baca juga: Sudah 276 Pemudik yang Masuk Jakarta Positif Covid-19, Testing Digencarkan Saat Puncak Arus Balik

Lantas, dikirimkan hasil ekspose perkara Tanjungbalai oleh pimpinan terdahulu, lalu diserahkan kepada pimpinan yang saat itu masih rapat.

"Kami tegaskan bahwa KPK menjalankan semua pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved