Jumat, 8 Mei 2026

Hari Raya Idul Fitri

Halalbihalal Virtual, Menteri Agama Ingatkan Ogah Disambut Berlebihan Jika Berkunjung ke Daerah

Menurut Gusmen, panggilan akrabnya, orientasi kinerja ke depan adalah pada hasil kerja dan kepuasan masyarakat.

Tayang:
kemenag.go.id/A Furqon Kusuma Yudha
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Eny Yaqut menggelar halal bihalal virtual bersama Jajaran Kemenag, Jakarta, Jumat (14/5/2021). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya tak berlebihan saat menyambut kehadirannya.

Sebaliknya, Menag meminta mereka terus meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Gusmen, panggilan akrabnya, orientasi kinerja ke depan adalah pada hasil kerja dan kepuasan masyarakat.

Baca juga: Anggota KKB Papua yang Tewas Saat Baku Tembak Lawan Polri-Kopassus Ajudan Pribadi Lesmin Waker

Hubungan kerja antara atasan dan bawahan tidak menjadi norma yang memisahkan, tapi sebatas norma dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab.

“Kami sebagai pimpinan di Kemenag tidak ingin dihormati berlebihan."

"Kami tidak ingin ketika kita datang ke daerah disambut berlebihan, saya tidak mau."

Baca juga: Pemerintah Diminta Bentuk Pasukan Gabungan TNI-Polri Tumpas MIT Poso

"Yang saya inginkan adalah apa yang menjadi tanggung jawab kita, kita selesaikan dengan tuntas dan baik.”

“Itu saja sudah cukup, tidak perlu aneh-aneh."

"Yang penting kita orientasikan kerja kita kepada hasil yang maksimal, dan indikasi dari itu semua adalah kepuasan publik,” tuturnya saat IDzoom Fitri, Jumat (14/5/2021).

Baca juga: Besok Diprediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2021, Ini Empat Titik Fokus Pengamanan Polda Metro Jaya

Keluarga besar Kementerian Agama menggelar Halalbihalal Virtual bertajuk IDzoom Fitri, pada hari kedua Idulfitri.

Menag Yaqut Cholil Qoumas beserta Ibu Eny Yaqut hadir di rumah dinas Widya Candra.

Melalui sambungan virtual, Menag menyapa sekitar 800 jajarannya, mulai dari Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, pejabat eselon I, II, III pusat, serta Kakanwil, Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan Kepala Kankemenag kabupaten/kota.

Baca juga: 110 Warga Cina Masuk Indonesia Saat Penerbangan Carter Ditiadakan, Pemerintah Diminta Jelaskan

Gusmen, sapaan karib Menag Yaqut, menyampaikan permohonan maaf seraya berdoa semoga Allah menerima seluruh amal ibadah yang telah kita lakukan.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya ucapkan Selamat Idulfitri."

"Minal aidin wal faizin, kulla ‘aamin wa antum bi khair, taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Kariim."

Baca juga: Polisi Bakal Datangi Rumah Warga yang Lolos Mudik Lebaran, yang Positif Covid-19 Dibawa ke RS

"Mohon maaf lahir dan batin kepada bapak ibu semua,” ungkap Gusmen di Jakarta, Jumat (14/5/2021).

“Dalam kita berinteraksi ini pasti ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebagai Menteri Agama RI, baik yang sengaja maupun tidak."

"Saya berharap, Bapak, Ibu rida dan mengikhlaskan jika ada kesalahan-kesalahan yang selama ini kami perbuat,” sambungnya.

Baca juga: Dibilang Otak Sungsang oleh Ali Mochtar Ngabalin, Busyro Muqoddas Pilih Fokus Bela 75 Pegawai KPK

Menag berharap, acara semacam ini dapat terus diperluas, tidak hanya dengan jajaran pimpinan, tetapi hingga tukang sapu di Kemenag.

“Tahun depan itu kita wujudkan, kalau masih pandemi,” ucapnya.

Menag Yaqut juga mengucapkan selamat memperingati Kenaikan Yesus Kristus ke Surga bagi Umat Kristiani.

Baca juga: Kerumunan Pengunjung di Pantai Ancol, Muhaimin Iskandar: Jangan Buat Kebijakan yang Korbankan Rakyat

Tahun ini, momen peringatan Kenaikan Yesus Kristus ke Surga bersamaan dengan 1 Syawal 1442H, 13 Mei 2021.

“Mudah-mudahan apa yang diajarkan Yesus Kristus kepada umat Kristiani, dapat diamalkan dengan baik, sehingga kehidupan kita berbangsa dan bernegara juga menjadi lebih baik,” harap Menag.

Dalam kesempatan yang sama, selaku Penasihat Dharma Persatuan (DWP) Kemenag, Eny Yaqut juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Kemenag.

Baca juga: Tinggal Pasang Lift, Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Diperkirakan Rampung Bulan Depan

"Dalam interaksi kita selama ini, pasti ada kesalahan yang kami perbuat."

"Oleh karena itu, kami memohon maaf lahir dan batin."

"Selamat Idulfitri kepada Ibu Bapak sekalian," ucap Eny.

Jadi Imam dan Khatib Salat Idul Fitri di Rumah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan keluarganya, bakal melaksanakan takbiran dan salat Idul Fitri di rumah saja.

Hal ini dilakukan demi menjaga protokol kesehatan dan mencegah penyebaran Covid-19.

"Saya juga akan takbiran di rumah bersama keluarga inti, anak-anak dan istri."

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Menyusut Jadi 12, di Jawa Cuma Satu

"Kamis pagi, saya akan menjadi imam dan khatib Salat Id di rumah," ungkap Yaqut melalui keterangan tertulis, Rabu (12/5/2021).

Dirinya berharap seluruh Umat Islam dapat mengambil pelajaran dari perayaan Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19.

Ini adalah kali kedua Umat Islam merayakan Idul Fitri di tengah pandemi.

Baca juga: Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Vaksinasi Covid-19 Diliburkan Dua Sampai Empat Hari

Dalam khotbahnya besok, Yaqut bakal memberikan pesan tentang hikmah Idul Fitri di masa pandemi Covid-19.

"Saya akan menyampaikan pesan khatib tentang hikmah puasa dan spirit Idul Fitri di tengah pandemi," beber Yaqut.

Dirinya mengajak semua pihak  memanfaatkan momentum Idul Fitri ini untuk mengagungkan asma Allah melalui takbir dan tahmid.

Baca juga: KPK Nonaktifkan 75 Pegawai yang Tak Lulus TWK untuk Hindari Masalah Hukum Penanganan Kasus

"Kita bersyukur atas segala nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita semua."

"Pandemi Covid-19 telah mempertajam pemahaman kita bahwa salah satu inti ajaran agama adalah menjaga nilai-nilai kemanusiaan."

"Ramadan dan Idul Fitri saat pandemi semakin perkuat nilai kemanusiaan," tutur Yaqut.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: 9 Daerah di Papua, Nias, dan Maluku Ini Tetap Aman

Yaqut berharap puasa dan ibadah lainnya yang telah dijalani selama Ramadan dalam suasana pandemi, dapat meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah.

"Sehingga menjadi spirit baru bagi kita untuk terus menebarkan kebajikan dan rahmat bagi semesta," harap Yaqut.

Tempaan Ramadan yang dijalankan di tengah pandemi, kata Yaqut, dapat memberi makna lebih, sekaligus bekal bagi Umat Islam untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Baca juga: KRONOLOGI Kelompok Teroris MIT Poso Bunuh 4 Warga Desa Kalemago, Korban Sempat Menolak Diajak Lari

"Ketakwaan yang tidak hanya tercermin dalam kesalehan personal, tapi juga kesalehan sosial dalam rupa kepedulian pada sesama," beber Yaqut.

Ketakwaan yang memiliki keseimbangan, menurut Yaqut, antara spiritual vertikal dengan kesalehan sosial.

Yaqut mengingatkan seluruh umat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Jokowi Diminta Segera Tumpas MIT Poso, Camat: Warga Mau Makan Apa? Ke Kebun Dibunuh Teroris

Langkah ini, menurut Yaqut, perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama Lebaran.

"Karena masih pandemi, mari beribadah dan berlebaran dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan disiplin 5M.

"Yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas," ajak Yaqut.

Baca juga: Kapolri: WNA Tidak Boleh Ada yang Lolos Karantina, Kalau Kurang Anggota Minta Dikirim dari Mabes

Yaqut mengapresiasi bentuk kesalehan sosial yang telah dilakukan semua pihak saat Ramadan.

Salah satunya ketaatan menjaga protokol kesehatan serta kondusivitas dalam peribadatan di masa pandemi Covid-19.

"Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama dan masyarakat, alim ulama, ormas Islam."

"Pengelola media, insan pers, para dermawan, TNI/Polri, hingga para tenaga medis yang terus berjuang menyelamatkan pasien Covid-19," beber Yaqut. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved