Kesehatan
Pilihan Bahan Makanan dan Cara Memasak Kue Agar Tubuh Tetap Sehat
Saat Lebaran jangan asal makan kue tanpa membatasi diri, apalagi orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Penulis: LilisSetyaningsih |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Selama ini kue Lebaran identik dengan rasa manis, berlemak terutama lemak jenuh, tidak berserat dan tidak bermikronutrien.
Namun, kue-kue yang disajikan itu membuat orang dengan kondisi kesehatan tertentu tidak bisa menikmatinya.
Apalagi Lebaran ini masih terjadi pandemi Covid-19 dan harus tetap dilakukan pencegahan agar jangan sampai tertular Covid-19 dan menghindari kekambuhan penyakit.
"Lebaran tahun ini memang masih berbeda, tetapi ada banyak cara untuk tetap dekat dengan orang-orang tersayang," kata Danny Hadhyan, District Leader Personal Health Philips Indonesia.
"Salah satunya dengan mengirimkan kue buatan sendiri. Apalagi jika kue tersebut tidak hanya lezat, tapi juga sehat," katanya.
Baca juga: Tangkap Peluang Peningkatan Transaksi Online, @DapurJeylin Hadirkan Kue Lebaran Bercitarasa Manado
Baca juga: Hari Kedua Hari Raya Idul Fitri, Pengunjung Membawa Kue Lebaran di Lapas Kelas I Cipinang
Ahli gizi dan Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association, Dr Rita Ramayulis DCN MKes mengatakan, situasi pandemi Covid-19 ini harus senantiasa meningkatkan imunitas tubuh.
Serta menghindari hal-hal yang dapat menurunkan imunitas tubuh.
Misalnya, bijak memilih makanan yang baik untuk Kesehatan.
"Konsumsi gula dan lemak jenuh berlebih, rendah serat serta mikronutrien akan berisiko melemahkan imunitas tubuh," kata Rita seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (11/5/2021).
"Oleh karena itu, kita harus disiplin dalam mengonsumsi kue Lebaran serta menyiasati pemilihan bahan dan cara pembuatannya," ujarnya lagi.
Baca juga: Sambangi Kos Mahasiswa dan Pelajar Nias di Semarang, Ganjar Borong Kue Lebaran
Baca juga: Beri Modal Untuk Para Santri, Azis Gagap Jual Kue Lebaran Bernama Azisya
Rita memberi contoh beberapa bahan kue bisa diganti agar lebih sehat:
* Mengurangi dan mengganti jenis gula pasir dengan gula kelapa
* Mengganti butter atau mentega dengan minyak kelapa murni
* Mengganti tepung terigu biasa dengan terpung terigu dari gandum utuh
* Menambahkan buah-buahan kering
* Memilih alat memasak kue yang suhunya bisa diatur
Bersama dengan Philips Indonesia, Rita Ramayulis merancang resep muffin lebih berserat, rendah gula, lemak rantai menengah dan lemak jenuh rendah.
Resep muffin:
Muffin SBB (Sehat, Berserat dan Bermikronutrien)
Porsi 4 orang, persiapan 10 menit, waktu memasak 15 menit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/muffin1115.jpg)