Sabtu, 9 Mei 2026

Lifestyle

Bahaya Photoaging, Sinar UV Picu Penuaan Dini dan Risiko Kanker Kulit

Sinar ultraviolet (UV) dapat memicu photoaging atau penuaan dini pada kulit berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit.

Tayang:
Freepik.com
ILUSTRASI - Seseorang terkena paparan sinar UV. Sinar ultraviolet (UV) dapat memicu photoaging atau penuaan dini pada kulit berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Paparan sinar matahari merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama di negara tropis seperti Indonesia. 

Namun, di balik manfaatnya, sinar ultraviolet (UV) dapat memicu photoaging atau penuaan dini pada kulit. Kondisi ini terjadi akibat paparan sinar UV dalam jangka panjang yang merusak struktur kulit hingga ke tingkat sel, sehingga tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. R. Amanda Sumantri, Sp.KK FINSDV dari RS Premier Bintaro menjelaskan bahwa paparan sinar UV, baik dari matahari langsung maupun sumber buatan, dapat menyebabkan perubahan pada DNA sel kulit.

Kerusakan ini berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga muncul berbagai tanda penuaan dini.

“Photoaging terjadi karena paparan sinar ultraviolet yang berlangsung lama dan berulang. Sinar UV ini dapat mengubah DNA sel kulit, sehingga memicu tanda-tanda penuaan dini bahkan meningkatkan risiko kanker kulit,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

Lebih lanjut dikatakan, bhawa tanda-tanda penuaan dini umumnya muncul pada area tubuh yang paling sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, lengan, dan punggung tangan. 

"Kulit dapat mulai kehilangan elastisitasnya, tampak lebih kusam, serta muncul garis-garis halus yang lama-kelamaan berkembang menjadi kerutan yang lebih dalam, terutama di sekitar mata dan mulut," ungkap dr. R. Amanda Sumantri.

Selain itu, perubahan warna kulit juga kerap terjadi, seperti munculnya flek hitam, melasma, atau bintik penuaan.

Pada beberapa kasus, terlihat pula pembuluh darah halus di permukaan kulit, bercak kemerahan yang kasar dan bersisik, hingga tekstur kulit yang menjadi tidak merata dan cenderung menipis.

Menurut dr. Amanda, banyak orang menganggap kondisi tersebut sebagai bagian alami dari proses penuaan, padahal sebagian besar dipicu oleh paparan sinar matahari berlebih.

Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah yang sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Penggunaan tabir surya dengan SPF yang memadai setiap hari merupakan perlindungan utama yang tidak boleh diabaikan, bahkan saat cuaca mendung.

Tabir surya sebaiknya diaplikasikan ulang secara berkala, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, penggunaan pelindung tambahan seperti topi, kacamata hitam, serta pakaian tertutup juga sangat dianjurkan, terutama pada jam-jam ketika intensitas sinar matahari berada pada puncaknya.

Meski demikian, ketika kerusakan kulit akibat sinar UV sudah terjadi, bukan berarti tidak ada solusi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved