Breaking News:

Mudik Lebaran

Pemkot Bekasi Akui Tak Bisa Batasi, Warga di Wilayah Aglomerasi Bisa Masuk Kota Bekasi Tanpa SIKM

Pemkot Bekasi Akui Tak Bisa Batasi dan Larang Warga Luar Datang. Warga di Wilayah Aglomerasi Tetap Bisa Masuk Kota Bekasi Tanpa SIKM

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat memantau cek poin Sumber Artha, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Senin (10/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan Pemkot Bekasi tak bisa melarang warga yang tinggal di kawasan aglomerasi seperti DKI Jakarta untuk melakukan mudik lokal ke Kota Bekasi.

Hal tersebut disampaikannya mengingat Kota Bekasi berbatasan langsung dengan sejumlah wilayah aglomerasi lainnya, termasuk DKI Jakarta.

Walaupun dijelaskannya Pemerintah pusat menegaskan segala jenis mudik, baik perjalanan jarak jauh maupun antar kabupaten/kota di wilayah aglomerasi dilarang dilakukan.

"Saya nggak bisa melarang warga DKI dong," kata Rahmat di posko cek poin Sumber Artha, Bekasi Barat pada Senin (10/5/2021).

Baca juga: Bukan Jebol, Lolosnya Ribuan Pemudik di Kedungwaringin karena Diskresi untuk Mengurai Kemacetan

Namun demikian, ia tetap mengingatkan agar warga di kawasan aglomerasi untuk mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak melakukan mudik lokal.

"Pada saat pemerintah bilang 'eh aglomerasi enggak usah (mudik lokal)', ya sudah jangan. Saya juga akan bilang ke warga saya jangan ke Bogor jangan ke DKI," ucapnya.

Baca juga: Kisah Anak Durhaka, Dorong Ibunya Hingga Jatuh Terduduk, Anak Perempuan: Makanya Aku Dibolehin Main!

Hingga kini, warga di kawasan aglomerasi yang melakukan mobilisasi ke Jabodetabek juga tak perlu menyertakan surat izin keluar masuk (SIKM).

"SIKM yang untuk warga keluar saja lah. Aglomerasi enggak perlu," ucap Rahmat.

Baca juga: Gus Miftah Masuk Gereja Picu Polemik, Ketua MUI Pusat Paparkan Hukumnya

Rahmat juga meminta pemerintah daerah lain di kawasan aglomerasi untuk mengimbau warganya agar tak melakukan mudik lokal.

"Harusnya enggak boleh, harusnya daerah lain juga imbau, jangan ke Bekasi, karena kalau aglomerasi ada ini, ada ini, begitu," katanya. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved