Breaking News:

Larangan Mudik

Benyamin Davnie tak Berlakukan SIKM, meski Larangan Mudik Lebaran Diterapkan

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie tak akan memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dalam pemberlakuan Larangan Mudik.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie mengaku tak akan memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dalam pemberlakuan Larangan Mudik Lebaran tahun ini. Kebijakan tersebut diambil mengingat Tangsel termasuk kategori aglomerasi Jabodetabek. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie mengaku tak akan memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dalam pemberlakuan Larangan Mudik Lebaran tahun ini. 

Kebijakan tersebut diambil pihaknya mengingat wilayah Kota Tangsel termasuk kategori aglomerasi Jabodetabek. 

"Tidak memberlakukan SIKM. Yang pertama, Tangsel kan dalam kebijakan nasional itu enggak termasuk aglomerasi Jabodetabek itu ya. Jadi tidak memberlakukan SIKM," katanya, Kamis (6/5/2021).

Kendati adanya Larangan Mudik Lebaran, Benyamin menuturkan warga Tangsel dapat melakoni perjalanan ke luar Jabodetabek dengan mengantongi bukti kepemilikan SIKM. 

Baca juga: Larangan Mudik: Waspada Ada 17 Titik Chek Point dan 14 Posko Penyekatan di Jabodetabek

Baca juga: Mulai Hari Ini Kamis 6 Mei 2021 Larangan Mudik Berlaku, 2.000 Petugas Jaga 15 Titik Penyekatan

Menurutnya, pengurusan SIKM dapat dilakukan warga yang berkepentingan di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel. 

Kata pria yang akrab disapa Ben ini, hal itu diberlakukan karena permintaan ke luar wilayah Kota Tangsel lebih banyak dialkukan warganya. 

"Tapi, kalau ada masyarakat yang membutuhkan misalnya mau keluar Jawa, silahkan kontak DPMPTSP," ujarnya. 

"Kami akan layani untuk penerbitkan surat izin walaupun kami tidak memberlakukan itu bagi pemudik dan yang datang. Karena (Tangsel-red) bukan daerah tujuan mudik justu keluar kebanyak," imbuhnya. 

Diketahui, Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan Laranagn Mudik yang tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dalam Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

Sementata itu, pelayanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara ditutup sejak Kamis (6/5/2021) dini hari seiring mulai berlakunya larangan mudik oleh pemerintah.

Baca juga: Ini Daftar Penerbangan yang Diijinkan Berangkat di Masa Larangan Mudik 2021

Baca juga: Daftar Titik Penyekatan Pengendalian Transportasi Saat Periode Larangan Mudik Lebaran 2021

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved