Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

PO Safari Dharma Raya Tetap Jualan Tiket Hingga Tanggal 5 Mei 2021 Jelang Larangan Mudik

Pihak Safari Dharma Raya mengatakan bahwa penjualan tiket di PO tersebut akan dilakukan hingga sebelum tanggal larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Editor: Murtopo
Warta Kota/Desy Selviany
ILUSTRASI Suasana Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (26/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kebijakan larangan mudik 2021 tampaknya membuat sejumlah Perusahaan Otobus menggencarkan penjualan tiket hingga batas akhir yakni 5 Mei 2021.

Tak hanya menjual tiket, lonjakan penumpang bus juga terjadi salah satunya di PO Safari Dharma Raya.

Bus yang melintas hingga kawasan Nusa Tenggara Barat ini masih menjadi primadona bagi pendidik asal jawa dan perantau dari Pulau Lombok dan Sumbawa (Bima).

Marissa Leviani, Business Development Safari Dharma Raya mengatakan bahwa penjualan tiket di PO tersebut akan dilakukan hingga sebelum tanggal larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Baca juga: Walau Ada Kebijakan Larangan Mudik, Harga Tiket PO Bus Naik Jelang Lebaran, Berikut Tanggapan IPOMI

"Kami tetap beroperasi seperti biasa. Baik sebelum dan saat pelarangan tetap kami layani saja. Namun pada fase penyekatan kami akan beroperasi dengan mengikuti syarat-syarat untuk penumpang sesuai Permenhub No 13 Tahun 2021," kata Marissa saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (21/4/2021).

Marissa mengaku, jika perusahaan busnya tersebut juga menaikkan tarif sebelum larangan mudik.

Namun, kenaikan itu masih dalam ambang batas wajar meski pihaknya tidak merinci kenaikan harga tersebut.

Baca juga: Cita Citata Bakal Mudik Bareng dengan Indra Bruggman, Janji Bakal Bertemu Calon Mertua

"Iya kami juga tetap menaikan harga tiket namun tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Kasihan pak bila orang benar-benar terdesak dan harga tiket terlalu mahal," tuturnya.

Lonjakan penumpang yang menggunakan Safari Dharma Raya juga terjadi sejak sepekan terakhir.

Menurut Marissa, ada peningkatan jumlah penumpang dari NTB menuju Jakarta dan sebaliknya.

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik, Harris Vertu Hotels Harap Tingkat Okupansi Capai 70 Persen

"Untuk sepekan terakhir ada peningkatan okupansi penumpang dari daerah NTB menuju Jakarta, Jateng dan sebaliknya. Namun untuk pergerakan di rute kami di pulau jawa masih belum, kemungkinan akan terjadi awal Mei nanti. Rata-rata kenaikan penumpang berkisar antara 30-40 Persen," tutup Marissa.

Seperti diketahui, banyak PO Bus kompak menaikkan tarif ongkos jelang larangan mudik.

Bahkan beberapa PO Bus menerapkan tarif progresif yakni menaikkan harga di tiap pekan hingga berkisar Rp 400 ribu - Rp 900 ribu tergantung jenis dan kelas bus yang dipilih.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved