Kripto
Mata Uang Kripto Dinilai Bisa Anjlok Lebih Dalam Lagi jika Ditolak Banyak Negara
Sebelumnya, Bank Sentral Turki mengumumkan pelarangan bitcoin cs tersebut digunakan sebagai alat pembayaran.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, ada beberapa penyebab cryptocurrency atau mata uang kripto anjlok lebih dalam lagi setelah akhir pekan lalu, di antaranya jika ditolak banyak negara.
Sebelumnya, Bank Sentral Turki mengumumkan pelarangan bitcoin cs tersebut digunakan sebagai alat pembayaran.
Hal tersebut membuat nilai mata uang kripto, bitcoin khususnya anjlok ke bawah Rp 800 juta dari sebelumnya di atas Rp 900 juta per koin menutup akhir pekan lalu.
Sementara, Nafan meyakini negara-negara besar juga tidak akan membiarkan semakin banyak pemegang kripto, sehingga harganya bisa terus jatuh.
Baca juga: PO Gunung Harta Mulai Jual Tiket Bus SHD Tujuan Yogyakarta, Jateng, dan Jatim, Berapa Harganya?
Baca juga: Mata Uang Kripto Makin Ramai, Kali Ini Giliran Dogecoin Siap Melawan Dominasi Bitcoin
"Jika kita mengacu pertemuan G-20 sebelumnya, di mana membahas inklusivitas keuangan. Jadi, tidak mungkin negara-negara besar setuju terhadap cryptocurrency," ujarnya saat dihubungi Tribunnews, belum lama ini.
Menurut dia, jika yang menolak nanti yakni negara lebih besar dari Turki maka siap-siap untuk pemain kripto untuk kehilangan nilai asetnya.
"Otomatis itu bisa (menurun nilainya) kalau ada peran kuat dari negara-negara besar itu. Maju kompak melawan terhadap cryptocurrency itu sangat bisa turunkan (nilai kripto) signifikan," kata Nafan.
Baca juga: Mengerikannya Badai Tropis Surigae, Bisa Menjadi Angin Topan, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
Baca juga: Kuartal Pertama 2021, Pembelian Tiket Pesawat dan Booking Hotel di Tiket.com Melesat 300 Persen
Selain itu, yang bisa membuat cryptocurrency jatuh lebih dalam adalah dari sisi teknis dengan tidak ada lagi negara penghasil VGA card untuk menambang kripto.
"Taruh saja penghasil VGA card atau kartu grafis untuk menambang uang kripto tidak ada lagi, negaranya sekarang itu Taiwan, China. Kalau bisa hilangkan itu, terjadi penurunan minat investor untuk menambang kripto menggunakan VGA," pungkasnya.
Dogecoin merangkak naik
Tren mata uang kripto (crypto currency) tengah mewabah ke seluruh jagat bumi.
Mata uang unik namun memiliki nilai tinggi dan melebihi mata uang konvensional.
Setelah Bitcoin, Ethereum, Ripple, Litecoin, Cyronium, Tether serta mata uang kripto lainnya, kini Dogecoin siap meramaikan pasar mata uang kripto dunia.
Dogecoin merupakan cryptocurrency terpanas dan paling unik saat ini.
Baca juga: Menang Tender, Elon Musk Siap Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Bulan
Baca juga: Gak Perlu Repot Punya Kartu Kredit, Beli Mobil Tesla Kini Bisa Pakai Bitcoin
Mata uang digital berlogo anjing ini mencuri perharian karena beredar luas dan nilai tukarnya sangat fantastis.
Bayangkan, dogecoin yang trending saat ini memiliki nilai edar hampir 50 miliar Dollar AS atau setara Rp 726 triliun. Praktis dengan nilai itu membuat Dogecoin menjadi mata uang digital paling berharga nomor lima dan telah meningkat lebih dari 6.000 Persen tahun ini, menurut CoinMarketCap.
Namun siapa sangka kemunculan Dogecoin ini berawal dari kejadian unik bersama pesaingnya di mata uang kripto.
Dogecoin yang bersaing dengan Bitcoin bermula dari sebuah lelucon yang dibuat pada 6 Desember 2013 oleh sepasang insinyur piranti lunak.
Baca juga: Analis: Tergiur Dapat Uang Tanpa Bekerja Jadi Sebab Maraknya Investasi Bodong
Baca juga: Perencana Keuangan: Investor Saham Pindah ke Kripto untuk Tutup Kerugian
Adalah sosok Billy Markus, seorang programmer ternama IBM dari Portland, Oregon yang merupakan sosok di balik terciptanya Dodgecoin. Markus berkeinginan untuk membedakan crypto-nya dari bitcoin, yang dibuat oleh pencipta anonim dan menarik sekelompok kecil penambang.
Ekonom University of New South Wales Business School, Usman Chohan menilai Markus ingin memasarkan Dodgecoin secara terbuka untuk umum. Selain itu, melalui mata uang ini ia mencari bantuan untuk mewujudkan mimpinya yang aneh dan menemukan Jackson Palmer, yang bekerja untuk Adobe (ADBE), seperti laporan yang ditulis CNN International, Minggu (18/4/2021).
Sebagai informasi, Palmer merupakan sosok yang membeli domain dogecoin.com, mengacu pada sebuah meme "doge" di seluruh internet pada saat itu.
Atas pembelian domain itu, Palmer menulis pada maskotnya diberi judul: "Dogecoin adalah mata uang digital peer-to-peer open source, disukai oleh Shiba Inus di seluruh dunia."
Walau berawal dari sebuah lelucon, superior Dogecoin terus melonjak dan mengalahkan nilai tukar mata uang kripto lainnya.
Performa Dogecoin juga didukung oleh adopsi arus utama Bitcoin dan mata uang kripto lainnya, namun telah disempurnakan hingga nilainya melejit.
Baca juga: Berkat Relaksasi PPnBM, Penjualan Mobil Honda Melejit 265 Persen
Baca juga: Disarankan Jangan Lari ke Bitcoin jika Amsyong di Saham, Nanti Bisa Lebih Frustasi
Jadi mata uang kripto tertinggi
Dodgecoin meraih nilai jual tertinggi pada Jumat (16/4/2021) kemarin. Bayangkan, harga mata uang itu naik dua kali lipat setelah Technoking of Tesla Elon Musk memberi cuitan tentang uang kripto itu untuk kesekian kalinya di laman Twitter-nya.
Alhasil permintaan Dogecoin pun melonjak begitu banyak minggu ini. Akibat permintaan yang melonjak tajam, secara singkat merusak sistem perdagangan cryptocurrency Robinhood.
Sama halnya dengan mata uang kripto lainnya, Dogecoin adalah mata uang digital yang dapat dibeli dan dijual seperti investasi dan dibelanjakan seperti uang.
Namun berbeda dengan Bitcoin yang telah menetapkan 21 juta sebagai jumlah ambang batas dari mata uang digital, Dogecoin memiliki 129 miliar koin yang beredar dan akan terus membuat blok koin baru tersedia untuk ditambang di tiap tahunnya.
Baca juga: Investasi Bodong Seperti Mainan Whack A Mole, Sudah Dipukul Nanti Muncul Lagi
Baca juga: Pesta Judi Bitcoin Mulai Berakhir, Investor Bisa Lirik Investasi di Saham-saham Ini
Karena itulah mengapa nilai 1 Dogecoin saat ini dihargai sekitar tiga sen dan bitcoin bernilai sekitar 62.000 Dollar AS atau setara Rp 900 juta.
Tren mata uang kripto memang semakin diterima sebagai mata uang untuk membeli barang terutama yang sifatnya digital.
Namun, dogecoin tidak banyak digunakan di dunia nyata karena memiliki beberapa pasar khusus, seperti untuk memberi tip kepada seniman online atau karya digital lainnya yang bersifat unik.
Yanuar Riezqi Yovanda/Fandi Permana