Breaking News:

Transformasi Bisnis Waskita Karya di Masa Pandemi Dinilai Langkah Jitu

Transformasi bisnis dilakukan secara komprehensif pada berbagai aspek termasuk pemasaran, operasional, investasi, dan keuangan.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Henry Lopulalan
Seorang pekerja menyelesaikan pembuatan beton tetrapod. Beton tersebut digunakan sebagai pengaman pantai, Beton tetrapod buatan Waskita itu diekspor ke Singapura. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Langkah PT Waskita Karya (Persero) melakukan transformasi bisnis di masa pandemi Covid-19, dinilai tepat.

"Ya, ini langkah tepat oleh Waskita dalam konteks perbaikan kinerja di 2021 dan ke depannya," ujar pengamat BUMN Toto Pranoto saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Menurut Toto, langkah utama dalam melakukan transformasi bisnis ini adalah membuat portofolio bisnis yang lebih sehat.

Baca juga: Siti Fadilah Supari: Kalau Vaksin Nusantara Berhasil, Pemerintah Ikut Untung, Jangan Ditebang Dulu

Di mana, tidak semua produk bersifat proyek jangka panjang, misalnya jalan tol.

Tapi, masuk sebagian ke proyek yang return-nya bersifat jangka pendek dan jangka menengah.

"Dengan demikian apabila ada shock ekonomi yang bersifat jangka panjang, maka portfolio jangka pendek dan jangka menengah bisa menolong cashflow perusahaan," ulasnya.

Baca juga: Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Siti Fadilah Supari Dukung Terawan Agar Tak Putus Asa

Sebelumnya PT Waskita Karya (Persero) Tbk optimistis kinerja operasional dan keuangan mengalami perbaikan signifikan pada 2021, seiring transformasi yang dijalankan perusahaan.

Untuk menghadapi 2021, Waskita menyiapkan beberapa strategi utama, antara lain transformasi bisnis, restrukturisasi keuangan, serta divestasi saham jalan tol.

Transformasi bisnis dilakukan secara komprehensif pada berbagai aspek termasuk pemasaran, operasional, investasi, dan keuangan.

Baca juga: Emil Salim Minta Cuma Presiden, Wapres, dan Sekretaris Negara yang Berkantor di Kalimantan

Waskita berkomitmen menyeimbangkan portofolio kontrak baru yang selama lima tahun terakhir sangat bergantung pada proyek pengembangan bisnis atau investasi, yang pendanaannya diperoleh melalui utang dengan beban bunga komersial.

Ke depan, Waskita berupaya mendapatkan lebih banyak proyek yang berasal dari pasar eksternal seperti BUMN, pemerintah, swasta, termasuk luar negeri. (Aji Cakti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved